Follow by Email

Saturday, September 18, 2010

Optimisme Orang-orang Kaya Asia

Diambil dari wpclipart.comApakah kekayaan bisa membeli kebahagiaan? Mungkin bisa, tapi sebuah survei regional di 8 negara Asia menunjukkan bahwa kekayaan tidak selalu membuahkan ketenangan. Survei semacam ini untuk pertama kalinya dilakukan perusahaan asuransi AXA terhadap 2400 orang berusia 25-50 tahun yang mewakili kaum ”mass affluent”, yaitu mereka yang termasuk dalam 25 sampai 30 persen strata teratas dalam populasi, dilihat dari penghasilan, pengeluaran rumah tangga, dan pendidikan. Salah satu hasilnya adalah skala optimisme di tiap negara dalam memandang hidup selama 5 tahun ke depan.

Meskipun secara umum orang-orang kaya di kedelapan negara itu cukup optimistis (dengan skor rata-rata 71,6), namun ada pula variasi-variasi yang muncul. Orang-orang kaya di India dan Filipina rupanya merupakan dua kelompok teratas yang paling optimis (skor 87,2 dan 85,0). Sementara itu, orang kaya Indonesia, lumayan, menempati peringkat ke-5 dengan skor 69,9. Menariknya, tiga negara yang tergolong paling maju dan stabil untuk ukuran Asia malah menduduki tiga peringkat terbawah: Hongkong, Malaysia, dan Singapura, dengan skor masing-masing 67,7, 66,2, dan 59,9.
Selain perbedaan tingkat optimisme itu, masing-masing orang kaya di tiap negara tampaknya juga memiliki prioritas masa depan yang berbeda-beda. Orang kaya di Cina, misalnya, menempatkan keluarga sebagai prioritas, baru disusul oleh pensiun, kesehatan, dan karir. Orang Hongkong agak berbeda; meski sama-sama memprioritaskan keluarga, mereka menempatkan karir dan kesehatan kemudian, baru pensiun di urutan terakhir. Bagaiman dengan orang Indonesia? Rupanya karir masih menjadi prioritas utama, kemudian menyusul keluarga, kesehatan, dan pensiun. Penulis belum memperoleh informasi mengenai prioritas masa depan di kelima negara lainnya.
Sumber:
Optimisme Orang Kaya – Kompas, 5 Oktober 2007

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...