Follow by Email

Friday, September 17, 2010

Jiwa Manusia

Sifat seseorang bergantung pada jiwa mana dari ketiga macam jiwa tumbuh - tumbuhan,
binatang dan manusia yang berpengaruh pada dirinya, maka orang itu dapat menyerupai
binatang, tetapi jika jiwa manuisa yang mempunyai pengaruh atas dirinya, maka orang itu
dekat menyerupai malaekat dan dekat dengan kesempurnaan.
Menurut Ibnu Sina jiwa manusia merupakan satu unit yang tersendiri dan mempunyai
wujud terlepas dari badan. Jiwa manusia timbul dan tercipta tiap kali ada badan, yang
sesuai dan dapat menerima jiwa, lahir didunia ini. Sungguh pun jiwa manusia tidak
mempunyai fungsi - fungsi fisik, dan dengan demikian tak berhajat pada badan untuk
menjalankan tugasnya sebagai daya yang berfikir, jiwa masih berhajat pada badan karena
pada permulaan wujudnya badanlah yang menolong jiwa manusia untuk dapat
berfikir[24][24].
Sedangkan menurut al-Ghazali di dalam buku – buku filsafatnya dia menyatakan bahwa
manusia mempunyai identitas esensial yang tetap tidak berubah – ubah yaitu al-Nafsatau
jiwanya[25][25] . Adapun yang dimaksud tentang al-Nafs adalah “substansi yang
berdiri sendiri yang tidak bertempat”. Serta merupakan “tempat bersemayam
pengetahuan – pengetahuan intelektual ( al-ma’qulat) yang berasal dari alam al-malakut
atau al-amr . Hal ini menunjukkan bahwa esensi manusia bukan fisiknya dan bukan
fungsi fisiknya. Sebab fisik adalah sesuatu yang mempunyai tempat, sedangkan fungsi
fisik adalah sesuatu yang tidak berdiri sendiri, karena keberadaannya tergantung kepada
fisik. Sementara dalam penjelasannya yang lain, al-Ghazali menegaskan bahwa manusia
terdiri atas dua substansi pokok, yakni substansi yang berdimensi dan substansi yang
tidak berdimensi, namun mempunyai kemampuan merasa dan bergerak dengan
kemauan.Substansi yang pertama dinamakan badan ( al-jism) dan substansi yang kedua
disebut jiwa ( al-nafs).[26][26]
Jiwa ( al-Nafs) memiliki daya – daya sebagai derivatnya dan atas dasar tingkatan daya –
daya tersebut, pada diri manusia terdapat tiga jiwa ( al-nufus al-tsalatsah) :
Pertamajiwa tumbuhan ( al-nafs al-nabatiyah) merupakan tingkatan jiwa yang paling
rendah dan memiliki tiga daya 1) daya nutrisi ( al-ghadiya), 2) daya tumbuh ( almunmiyah)
dan 3) daya reproduksi ( al-muwallidah), dengan daya ini manusia dapat
berpotensi makan, tumbuh dan berkembang biak sebagaimana tumbuh – tumbuhan.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...