Sunday, November 27, 2011

Kebaikan dan kejahatan akan berperang sampai kiamat

oleh: Ami Ratnawati Utami
 Aku membaca komentar seorang Blogger yang menyatakan bahwa dia ngeri dengan ceritaku. Bagaimana bisa. Aku dimusuhi banyak blogger dan tetap menulis. Sebegitu kuatnya tekanannya, ini menurutnya sih. Barangkali mbak ini belum pernah ngerasain diteror ya. Diperlakukan secara tidak adil. Kalo aku sih menganggap itu bagian kehidupan, drama, gak gitu ngaruh. Sempet kaget tapi terus biasa-biasa aja...

Islam adalah agama damai sebetulnya. Tapi oleh para penghujat Islam, Islam itu katanya agama penuh kekerasan. Ada yang menyalahkan Al Qur'an, katanya Al Qur'an mengajarkan peperangan. Dengan menunjuk ayat ini ayat itu. Dan aku sendiri malah berperang dengan sesama muslim. Yang memusuhi aku adalah muslim juga, ada beberapa yang mencolok. Karena banyak pemahaman yang berbeda-beda tentang Al Qur'an di Islam.

Ini contoh kutulis terus, soalnya ada blogger yang membuat blog tentang aku dan menuliskan latar belakangku sambil mengatakan aku gila. Dari segi ajaran Islam yang benar bagaimana ya, tentunya orang dengan akhlak yang baik tidak akan tega menulis orang lain gila. Bila dia mau paham tentang kerugian menghujat orang lain, bahwa akhlak yang buruk akan membuatnya menjauh dari surga pasti dia tidak berani menuliskan ini.

Ada lagi blogger yang tidak mau menyahut bila kusapa padahal tadinya bersahabat, seorang muallaf yang sedang belajar Islam dan mengkaji Al Qur'an. Ajaran Islam yang benar itu sesama orang beriman adalah bersaudara, saling menjaga silaturahmi saling memaafkan. Memutuskan silaturahmi termasuk tindakan pendzoliman, menyakiti hati orang lain. Lebih menyedihkan lagi memutuskan silaturamhi tidak akan masuk surga, dan janji Allah bahwa yang menyambung silaturahmi akan diluaskan rejeki. Orang yang belajar Islam secara benar akan berusaha menyambung silaturahmi. Alasan memutus silaturahmi pasti karena perbedaan pendapat yang mendasar, padahal sama-sama belajar Al Qur'an.

Sulit menyatukan perbedaan di Islam, sesama muslim kok saling memusuhi. Jadi siapa saja yang berhak masuk surga. Tentunya mereka yang berpegang teguh pada ajarannya, mengorbankan jiwa dan hartanya pada Allah. Masalah duniawi jadi tidak penting lagi. Masalah hidup hanyalah sekedar perjalanan yang perlu dilalui untuk bekal akhirat. Hati selalu mengingat Allah, menyebut nama Allah dalam batinnya. Bergetar bila mendengar nama Allah, dan memilih teman shaleh yang mau mengingatkan tentang kebaikan.

Tidak semua orang yang mengaku Islam bisa masuk surga, hanya yang beriman, bertakwa, mau menjalankan perintah Allah walaupun tidak mudah. Tapi bagi orang beriman, semua itu akan dimudahkan. Menjalankan puasa jadi tidak berat, ringan-ringan saja. Mengikuti pengajian membuatnya tenteram. Dan walau temannya sedikit, tapi pastilah teman yang berkualitas, yang shaleh dan berjiwa besar. Mampu memaafkan, saling menyapa dengan penuh kasih sayang.

Sedangkan yang masuk neraka adalah orang kafir, termasuk orang Islam yang tidak beriman. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sudah menggambarkan hanya sedikit sekali yang bisa masuk surga. Karena dunia adalah masa penggemblengan, untuk dilihat siapa yang lulus ujian untuk bersabar bila mendapat musibah dan bersyukur bila mendapat kesenangan.

Sekelompok kecil yang bertahan untuk istiqomah ini walau mendapat banyak kejadian tidak menyenangkan, tetap tenang hatinya, tetap bersahabat dengan banyak orang, mendoakan kebaikan bagi orang yang menyakiti hatinya. Barangkali ada yang berpendapat jadi istiqomah itu tidak menyenangkan, kok diserang sana diserang sini, dan membatasi hidupnya untuk menolong orang lain dan ibadah. Tapi justru bagi yang istiqomah, ada kenikmatan yang sulit diceritakan dengan kata-kata. Kenikmatan merasa dekat dengan Tuhan.

Setan sangat tidak suka dengan manusia beriman, karena itu dengan berbagai cara mereka menyusup ke orang-orang terdekatnya. Mempengaruhi agar orang beriman ini mengalami penderitaan, putus asa lalu berhenti beribadah kepada Allah. Jangan kaget kalo orang beriman ini dikhianati sahabatnya sendiri, istri atau suaminya, juga bermasalah dengan anak-anaknya. Tapi ujian baru sebatas ujian, konon orang mendapat ujian digugurkan dosanya, itu tergantung cara dia menyikapi ujiannya itu.

Sesama orang beriman akan lebih peka dan nyambung bicaranya. Bila ada manusia yang penampilannya shaleh padahal hatinya kotor dan ingin menyesatkan akan mudah diketahui. Makanya ada istilah dajjal yang hanya dilihat oleh orang beriman. Dajjal ini masih misteri, apa benar dia ini sosok nyata atau simbol. Sejauh ini dari pembicaraan teman-temanku, dajjal ini sosok nyata muncul di akhir jaman, dan para pemfitnah yang dibisiki iblis adalah mempersiapkan diri untuk mnyambut kedatangan dajjal. Akhirnya akan ada Imam Mahdi sebagai pemimpin yang adil dan Nabi Isa 'alaihi sallam yang akan membunuh dajjal.

Manusia beriman akan selalu membuka tangannya, jujur, siap berteman dengan siapa saja, mudah untuk menolong sahabatnya yang kesulitan. Ada yang banyak dikunjungi orang, tapi juga ada yang dijauhi banyak orang. Apapun kondisinya, populer atau hanya berteman dengan sedikit orang tidak menjadi masalah baginya. Hatinya tertaut pada Allah dan ketentuan Allah dijalaninya dengan ridho dan ikhlas.

Kejahatan akan selalu mencari celah untuk menghentikan langkah manusia beriman. Tapi dia tetap tenang, keteguhan hatinya membuat dia tidak takut pada apapun. Berusaha mengingatkan orang lain ke jalan yang benar walaupun itu membuatnya dimusuhi banyak orang. Tentu saja tidak mudah, dunia ini penuh dengan manusia yang sibuk bersenang-senang, yang wanita menggunakan baju seksi dan yang laki-laki mempelototi. Orang yang mengajak ibadah di lingkungan sekitar tentu saja tidak disukai, beda dengan yang sudah ngetop seperti ustadz atau ustadzah yang sering muncul di tivi.

Kedamaian yang ada di hatinya akan terpancar keluar, bila dia penulis berusaha menulis hal yang menyejukkan orang lain. Seandainya mengungkap suatu masalah, pasti memberikan solusi, tidak hanya mengambang sibuk menggugat sana sini tanpa solusi membuat orang lain jadi geram, kacau emosinya karena marah dengan kondisi kehidupan dunia ini yang memang penuh dengan ketidakadilan.

Manusia akan menyelamatkan dirinya sendiri di padang mahsyar. Semua tindakannya di dunia akan tercermin bagaimana dengan kondisinya di alam mahsyar. Bila dia banyak beribadah, menolong orang lain, membuat kesejukan saat di dunia, maka hidupnya akan disejukkan di padang mahsyar. Akan ada mata air mengalir dari surga yang bisa diminumnya saat yang manusia tidak beriman menderita kepanasan.

Dalam diri kita juga ada sisi kebaikan dan kejahatan yang saling bertarung. Bila yang menang sisi kebaikan, maka saat kiamat kecil atau kematian proses meninggalnya akan dimudahkan. Setelah itu akan ada lagi kiamat besar, yang konon saat itu manusia beriman tidak ada lagi.

Semoga kita bisa menang saat melawan kejahatan, baik dari lingkungan, orang terdekat kita, ataupun dari diri kita sendiri...

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...