Sunday, January 15, 2012

Astronom Menemukan Dua Lubang Hitam Paling Besar yang Pernah Ditemukan


"Pengukuran kami pada lubang hitam bermassa 10-miliar surya dalam galaksi terdekat ini menunjukkan bahwa jenis galaksi-galaksi itu awalnya menginangi quasar yang sangat gemilang."
Sebuah tim astronom internasional telah menemukan dua lubang hitam raksasa dengan massa sekitar 10 miliar kali massa matahari kita. Kedua lubang hitam ini memiliki massa sekitar 50 persen lebih besar dari lubang hitam yang pernah diukur sebelumnya.
“Mereka mungkin meninggalkan quasar aktif yang sangat terang pada miliaran tahun yang lalu,” kata Profesor James Graham, direktur Institut Astronomi Dunlap dan Astrofisika di Universitas Toronto serta anggota tim di balik penemuan ini.
Ada satu di galaksi NGC 3842 dengan massa sekitar 10 miliar matahari, dan yang di NGC 4889 yang beratnya bisa mencapai 37 miliar kali berat matahari, kata Nicholas McConnell dari University of California, Berkeley.
Lubang hitam merupakan wilayah ruang yang memiliki massa yang sedemikian terkonsentrasi di dalamnya, di mana tidak ada cara bagi objek-objek terdekat untuk mampu menghindari tarikan gravitasinya. Massa lubang hitam diukur dengan mencari tahu seberapa kuat gravitasi mereka. Massa yang lebih banyak mengindikasikan gravitasi yang lebih besar dan efek yang lebih kuat pada bintang-bintang yang mengorbit dalam galaksi yang mereka huni.
Dengan menggunakan beberapa teleskop – yaitu Observatorium Gemini, Observatorium MacDonald dan Observatorium Keck – para ilmuwan mengukur kecepatan bintang yang mengorbit dalam galaksi, sehingga bisa mengukur kekuatan medan gravitasi dari lubang hitam.
“Lubang hitam menghuni pusat dari hampir semua galaksi – pusat galaksi Bima Sakti kita sendiri merupakan pelabuhan sebuah lubang hitam yang massanya empat juta kali massa matahari,” kata Graham.
“Kami meyakini bahwa lubang hitam bermassa 10-miliar surya seperti ini merupakan sumber tenaga tertinggi bagi quasar jauh yang teramati di alam semesta awal, satu hingga tiga miliar tahun setelah Big Bang,” katanya. Quasar adalah salah satu fenomena paling terang di alam semesta, yang dipancarkan oleh materi yang berputar-putar dan jatuh ke dalam lubang hitam di pusat galaksi. Semakin besar lubang hitamnya, maka semakin kuat quasar-nya.
“Pengukuran kami pada lubang hitam bermassa 10-miliar surya dalam galaksi terdekat ini menunjukkan bahwa jenis galaksi-galaksi itu awalnya menginangi quasar yang sangat gemilang,” kata Graham. “Selama 10 miliar tahun yang lalu, lubang hitam raksasa ini sangat aktif.”
Untuk mencari lubang hitam masif, tim riset mengalihkan teleskop mereka terhadap galaksi-galaksi raksasa karena tampaknya ada korelasi erat antara sifat-sifat galaksi inang dan massa lubang hitam. Sepotong bukti kunci ini membantu para ilmuwan mengungkap bagaimana galaksi dan lubang hitam sentralnya terbentuk dan bertumbuh. Korelasi ini menunjukkan adanya semacam umpan balik antara pertumbuhan lubang hitam pusat dan pembentukan bintang yang akhirnya meliputi wilayah di pusat galaksi.
“Tapi massa kedua lubang hitam yang baru diukur ini merupakan kejutan,” kata Graham. “Mereka secara signifikan lebih besar dari yang diperkirakan dengan menggunakan korelasi sebelumnya.”

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...