Friday, November 25, 2011

Pelatihan Keterampilan Sosial Paling Bergengsi

Psikologi Sosial by Admin Blog
Pelatihan ketrampilan sosial adalah salah satu bentuk pelatihan ketrampilan psikologis. Pelatihan ketrampilan psikologis diciptakan sebagai alternatif bagi pemberi bantuan atau konselor terhadap masyarakat golongan sosial ekonomi menengah ke bawah.
Ada banyak pelatihan ketrampilan psikologis antara lain pelatihan pemecahan masalah yang kreatif, pelatihan asertivitas, pelatihan wawancara pekerjaan, dan pelatihan ketrampilan sosial. Pada prinsipnya pelatihan ketrampilan psikologis ini dapat dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu:
Modelling, yang dilakukan dengan cara memperlihatkan contoh tentang ketrampilan berperilaku yang spesifik, yang diharapkan dapat dipelajari oleh pelatih. Model ini dapat langsung disajikan oleh terapis, pemeran atau aktor/aktris, model melalui video, ataupun gabungan dari model yang sesungguhnya dan model video. Untuk memenuhi tujuan ini disusun langkah-langkah yang akan diperagakan oleh model, baik langsung maupun melalui kaset video. Ketrampilan yang diajarkan dapat berupa ketrampilan tunggal maupun ketrampilan kombinasi. Ketrampilan tunggal hanya memuat satu jenis ketrampilan dasar saja, misalnya ketrampilan memulai pembicaraan, melakukan pembicaraan, mengakhiri pembicaraan dan seterusnya. Ketrampilan kombinasi memuat pelatihan mengenai aplikasi ketrampilan dasar untuk menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan nyata.

Bermain Peran (role play), dilakukan dengan cara mendengarkan petunjuk yang disajikan model atau melalui video. Setelah itu biasanya dilanjutkan dengan diskusi mengenai aktivitas yang dimodelkan. Latihan verbalisasi sangat diperlukan di sini melalui diskusi mengenai kejadian-kejadian yang sering membuat peserta berada dalam kesulitan. Bagi pelatih, latihan ini dapat dilakukan dengan cara menyajikan situasi/model, dan menanyakan pada klien mengenai apa yang akan dilakukannya apabila berada dalam situasi seperti itu. Setelah diskusi selesai, latihan bermain peran dapat dilakukan.
Umpan Balik (feedback) terhadap Kinerja yang Tepat, yang dilakukan dengan cara memberi pengukuh terhadap peserta yang menunjukkan kinerja yang tepat, apabila peserta berhasil melakukan peran yang dilatihkan secara in-vivo, maupun apabila peserta mengemukakan target perilaku yang ingin dilakukan.

HOT.. Video Tanpa Sensor!!! rekor dunia Remas 1000 Dada Wanita !! Ma'Nyoss

Sam Nickel seorang pemuda ganteng dari Russia memecahkan rekor dengan meremas 1000 dada gadis-gadis cantik Russia.
Bagian awal video ini memperlihatkan jabatan tangan Vladimir Putin dengan pendukung partai politiknya dan Sam mengatakan jabatan tangan dipercaya dapat menyalurkan energi positif.
Nah dengan meremas dada gadis-gadis mungkin dapat menyalurkan energi SUPER POSITIF juga ya Sam….
Berikut ini adalah video bagaimana Sam Nickek meremas 1000 dada terbaik gadis-gadis cantik Rusia… gak porno kok .. semua berpakaian lengkap.. silakan nih di
http://www.youtube.com/watch?v=m8TEjzMFeLI&feature=player_embedded

Monday, November 21, 2011

Knowingngng!!!! Kenalilah Perkembangan Fisik Masa Dewasamu

Perkembangan Fisik Masa Dewasa AkhirPerkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih besar dibandingkan dengan periode periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat rentetan perubahan perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan, dengan penekanan pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian proses penuaan yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan hilangnya fungsi tubuh kadangkala dapat diperbaiki.
Inilah yang biasanya terjadi pada usia dewasa lanjut dan berikut adalah beberapa penurunan dan hilangnya fungsi tubuh dalam hal fisiologis masa perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut:
Otak dan sistem syaraf

Saat kita tua kita kehilangan sejumlah neuron, unit unit sel dasar dari sistem syaraf. Beberapa peneliti memperkirakan kehilangan itu mungkin sampai 50% selama tahun tahun dewasa. Walaupun penelitian lain percaya bahwa kehilangan itu lebih sedikit dan bahwa penyelidikan yang tepat terhadap penyelidikan hilangnya neuron belum dibuat di dalam otak.
Barangkali penyelidikan yang lebih masuk akal adalah bahwa 5 sampai 10 persen dari neuron kita akan berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. Setelah itu, hilangnya neuron akan lebih cepat.
Aspek yang signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron neuron itu tidak mengganti dirinya sendiri. Meskipun demikian otak dapat cepat sembuh dan memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya untuk bisa berfungsi di masa dewasa akhir.
Perkembangan Sensori

Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi mulai awal masa dewasa tengah. Adaptasi terhadap gelap lebih menjadi lambat, yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap.
Penurunan penglihatn ini biasanya dapat dirunut dari pengurangan kualitas dan intensitas cahaya yang mencapai retina. Di puncak usia tua, perubahan ini mungkin disertai oleh perubahan perubahan kemunduran dalam retina, menyebabkan beberapa kesulitan dalam penglihatan.
Meskipun pendengaran dapat mulai pada masa dewasa tengah, hal itu biasanya tidak banyak membawa kesulitan sampai masa dewasa akhir. Pada saat itu banyak sekali alat bantu pendengaran yang bisa dipakai untuk bantuan pendengaran. Tuli, biasanya disebabkan oleh kemunduran selaput telinga, syaraf penerima penerima suara didalam telinga.
Selain berukurangnya penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan dalam kepekaan rasa dan bau. Kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan dengan rasa manis dan asin.
Sistem peredaran darah

Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Bagaimanapun, kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun.
Sistem pernafasan

Kapasitas akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah. Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki fungsi paru paru dengan latihan latihan memperkuat diafragma.
Seksualitas

Penuaan menyebabkan beberapa perubahan penurunan dalam hal seksualitas manusia, lebih banyak pada laki laki dari pada perempua. Orgasme menjadi lebih jarang pada laki laki, terjadi dalam setiap 2 sampai 3 kali hubungan seksual bukan setiap kali. Rangsangan yang lebih langsung biasanya dibutuhkan untuk ereksi. Sekalipun hubungan seksual terganggu oleh kelemahan, relasi lainnya harus dipertahankan, diantara kedekatan sensualitas, dan nilai sebagai seorang laki laki maupun wanita.

Stop Trauma!!! Cara Mengatasi dan Menghilangkan Trauma

traumaTrauma, pernakah anda mendengarnya? Kemudian bagaimana cara mengatasi dan menghilangkan trauma? Pada waktu sekarang ini, banyak berita yang memuat tentang kejahatan, perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, dan lain-lain. Tentu sangat memperhatinkan, belum lagi konflik dan peledakan bom diberbagai tempat.
Mungkin esok hari berita sudah berganti dengan yang lain. Namun ada satu hal yang terlupakan, yakni efek dari kejadian tersebut. Lalu apa efek itu, efek itu adalah berupa trauma. Pada daerah pengungsian akibat konflik misalnya, bukan berarti begitu anak-anak atau wanita diungsikan lalu masalah selesai. Justru suatu masalah mungkin sedang dimulai.
Jika berbicara tentang tindak kekerasan dan trauma, ada suatu istilah yang dikenal sebagai Post Traumatic Stress Disorder atau PTSD (gangguan stres pasca trauma). Yaitu gangguan stres yang timbul berkaitan dengan peristiwa traumatis luar biasa. Misalnya, melihat orang dibunuh, disiksa secara sadis, korban kecelakaan, bencana alam, dan lain-lain.
PTSD merupakan gangguan kejiwaan yang sangat berat, karena biasanya penderita mengalami gangguan jiwa yang mengganggu kehidupannya. Secara umum gejala PTSD dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
Pertama, Reexperiencing. Perderita seperti mengalami kembali kejadian traumatis yang pernah dialami. Biasanya kondisi ini akan muncul ketika penderita sedang melamun atau melihat suasana yang mirip dengan pengalaman traumatisnya. Penderita dapat berperilaku mengejutkan, tiba-tiba berteriak, menangis, atau berlari ketakutan.
Fenomena lain juga dapat muncul seperti takut untuk tidur, karena begitu ia tidur peristiwa traumatis muncul kembali. Misalnya, peristiwa diperkosa atau pembunuhan yang berlangsung didepan mata.
Kedua, Hyperarousal. Suatu keadaan waspada berlebihan, seperti mudah kaget, tegang, curiga menghadapi gejala sesuatu, benda yang jatuh dia anggap seperti jatuhnya sebuah bom, dan tidur sering terbangun-bangun.
Ketiga, Avoidance. Seseorang akan selalu menghindari situasi yang mengingatkan ia pada kejadian traumatis. Seandainya kejadiannya saat suasana ramai, dia akan menghindari mall atau pasar. Begitu juga sebaliknya jika ia mengalami pada waktu sendiri, maka ia akan menghidari tempat-tempat sepi.
Jika PSTD tidak ditanganidengan benar, maka mempengaruhi kepribadian seseorang (perubahan kepribadian). Seperti paranoid (mudah curiga) misalnya. Kesulitan hal ini adalah jarang sekali penderita dengan kesadaranya datang ke para ahli. Apalagi stigma yang beredar dimasyarakat bahwa psikiater identik dengan orang sakit jiwa atau gila.
Lalu bagaimana cara mengatasi dan menghilangkan masalah trauma? Berbagai model psikoterapi telah dikembangakan untuk mengatasi PTSD, seperti, terapi perilaku, desensitisasi, hipnoterapi, semuanya cukup efektif asal penderita juga mendapatkan dukungan dari masyarakat lingkunganya dan juga orang terdekatnya.
Perlu untuk dibedakan, apakah seseorang sudah mengarah pada PTSD atau masih PTS (post traumatic sympton). Kalaupun masih PTS tidak akan sampai menimbulkan gangguan berat, masih dapat ditangani oleh psikolog yang terlatih. Yang perlu dilakukan adalah jangan sampai PTS menjadi PTSD.

Wkwkwkw!!!!Terapi Tertawa Hilangkan Stres, Cegah Penyakit!!!??

terapi tertawa hilangkan stresBenarkah terdapat hubungan, tertawa dapat menghilangkan stres dan mencegah penyakit? Bermacam bentuk senyum dapat kita kembangkan. Bisa karena kenangan indah atau lelucon yang dilontarkan teman anda. Tetapi hal ini sering dilupakan ketika orang mengalami persoalan hidup yang berujung pada stres.
Stres pada saat ini dapat ditimbulkan oleh beberapa sebab dan setiap orang memiliki sebab yang berbeda-beda. Setiap orang pun juga memiliki metode yang berbeda beda dalam mengatasi stres yang dialami.
Stres yang berkepanjangan (kronik) akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh (imun) menurun. Akibatnya berbagai penyakit dan kelemahan menurun. Bahkan bisa mengakibatkan penyakit kanker hingga stroke. Mengerikan bukan?


Tetapi kita bisa tenang, karena hal itu bisa dicegah dengan menggunakan teknik “Escape From Stress”. Teknik ini akan meningkatkan kualitas hidup, pencegahan terhadap penyakit yang mematikan, seperti stroke, serangan jantung, kanker hingga gejala neurosis.
Escape from Stress (EFS) adalah sebuah metode yang sering digunakan belakangan ini. Sebuah metode management stres untuk terbebas dari stres bahkan justru mendapatkan manfaatnya. Banyak program yang telah dikembangakan oleh EFS, antara lain: teknik relaksasi, latihan pernafasan dada dan perut, meditasi medis dan terapi tertawa.
Beban hidup dan tuntutan hidup yang harus dipenuhi adalah salah satu faktor stress dan sangat mudah membuat tertawa menjadi barang langka. Padahal tertawa sangat berefek positif pada mental seseorang. Hal yang bisa dilakukan adalah banyak sajian lawak ditayangkan ditelevisi yang bisa membuat anda tertawa.
Dalam dunia psikoterapi, tertawa dapat dilakukan dengan terapi tertawa. Tertawa biasa dan tertawa yang dibuat-buat berbeda dengan terapi tertawa. Terapi tertawa merupakan tertawa yang dimulai dengan tahap demi tahap. Sehingga efek yang dirasakan bagi yang tertawa benar-benar bermanfaat.
Terapi tertawa untuk mengurangi stres sudah banyak dilakukan orang. Tertawa 5-10 menit bisa merangsang pengeluaran endorphine dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami tubuh dan juga metanonin. Ketiga zat ini merupakan zat baik untuk otak sehingga kita bisa merasa lebih tenang.
Terapi tertawa merupakan teknik yang mudah dilakukan, tetapi efeknya sangat luar biasa, bahkan dapat menyembuhkan pasien dengan gangguan mental akibat stres berat. Tertawa dalam dunia medis, merupakan obat mujarab ganguan stres atau ganguan penyakit lainnya.
Dari penjabaran diatas dapat di simpulkan bahwa psikologi tertawa memiliki dampak terhadap tubuh kita, antara lain:
  1. Mengurangi stres. Tertawa akan mengurangi tingkat stress tertentu dan menumbuhkan hormon penyeimbang yang dihasilkan saat stress.
  2. Meningkatkan kekebalan. Tertawa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena pada dasarnya tertawa membawa keseimbangan pada semua komponen sistem kekebalan tubuh.
  3. Menurunkan tekanan darah tinggi. Tertawa dapat dipercaya mampu mencegah penyakit, seperti penyakit jantung, karena marah dan takut yang merupakan emosi penyebab serangn jantung bisa diatasi dengan tertawa.
Dari artikel stres diatas, mari kita mulai menghindari tertalu banyak stres dalam diri kita. Karena jika tidak segera diatasi, stres dapat membuat kita murung dan tidak sehat. Tentu dengan tidak lupa pada kata tertawa. Pepatah tiongkok mengatakan: “ie dien siauw, sie bhe liao (satu hari tertawa tiga kali, tak akan mati muda)”.

Waraksss!!!Kenali Kegelisahan Anda yang Tidak Kunjung Usai

Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi
Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi
Konsultasi oleh Dani Tri Astuti, S. Psi. M.Psi, Psikolog Berpengalaman sebagai konselor dan tester di beberapa institusi pendidikan dan rumah sakit. Tergabung dalam lembaga Psychological Assesement.Centre “LOVE”, assessment centre di bidang klinis, pendidikan, serta industri dan organisasi.
Tentang Dani Tri Astuti – Email Dani Tri Astuti

Pertanyaan:
Terkadang saya mengalami kegelisahan yang tidak kunjung usai. Tanpa suatu masalah yang jelas, sehingga aktivitas saya terganggu. Kegelisahan tersebut menyebabkan saya sedih dan menangis. Bahkan saya tidak bisa mengontrol kegelisahan itu. Apakah mungkin hal tersebut karna sifat saya yang tertutup ?

Terimakasih (A.W, 25, Freelance)
Jawaban:
Dear A.W,

Kegelisahan yang tidak kunjung usai, tanpa ada masalah yang jelas, mengakibatkan aktivitas anda menjadi terganggu. Kegelisahan merupakan salah satu bentuk dari kecemasan. Kecemasan merupakan faktor-faktor emosional seperti prasangka dalam berpikir. Jadi anda mengalami kebingungan sebelum, suatu peristiwa atau masalah benar-benar terjadi. Dalam hal ini emosi lebih dominan daripada rasio. Dengan kata lain, anda mengalami kecemasan faktor intelektual yang dikuasai oleh faktor emosi. Sehingga anda mengalami gangguan konsentrasi, akibatnya aktivitas anda menjadi terganggu. Kecemasan juga bisa merupakan bentuk dari reaksi terhadap suatu pengalaman yang anda anggap sebagai ancaman.
Apakah kegelisahan yang anda alami dapat dikontrol?
Ya, tentu saja bisa. Anda perlu mengetahui bahwa, faktor emosi (perasaan), faktor kognitif (pikiran), dan perilaku (behavior) saling berkaitan. Dalam kasus anda, emosi yang negative (gelisah) menyebabkan pikiran dan perilaku anda menjadi terganggu. Akibatnya anda menjadi lebih sensitive (mudah menangis dan selalu merasa sedih). Maka kontrol diri sangat diperlukan.
Apakah mungkin hal tersebut karena sifat anda yang tertutup ?
Hal tersebut tidak ada kaitannya dengan sifat anda yang tertutup. Hal ini dipengaruhi oleh problem solving yang anda lakukan selama ini. Problem solving yang ideal adalah problem focused coping.
Saran

1.Katakan, “stop” dalam diri anda saat anda mengalami perasaan gelisah.

2.Ubah problem solving anda, jangan lah anda terpaku pada perasaan dan pikiran anda yang negative.

3.Anda dapat mengendalikan diri dengan baik, seperti dapat menyalurkan energi, kreativitas, dan emosi pada sesuatu yang positif.

4.Anda juga harus lebih mengenal diri anda, apabila telah mengalami sesuatu yang lain dari biasanya, seperti menjadi mudah tersinggung, gelisah ataupun cemas maka cari solusi untuk mengatasinya.
Feel Good – Think Good

Hot News!!SHOLAT SEBAGAI PSIKOTERAPI FRUSTASI DAN PENCEGAH DEPRESI


Oleh: Ahmad Rusydi, S.Psi, S.Sos.I.
Jakarta, 22 Oktober 2011
Penelitian ilmiah menunjukan bahwa ada pengaruh positif antara ibadah ritualistik terhadap kesahatan mental dan kebahagiaan spiritual, seperti penelitian yang dilakukan Cox (1073), Kilbourne & Richardson (1984), Richardson (1985) (dalam rakhmat, 2003). Pada tahun 1998 dilakukan penelitan oleh I. Marshal (dalam Hidayati, 2007) menjelaskan tentang bagian otak depan yang disebut lobus frontalis ternyata ada titik pada bagian ini yang dapat menghubungkan dengan jiwa, kalbu, dan menghubungkan kepada tuhan, titik ini mereka sebut God Spot. Bagian tersebut apabila diberikan rangsangan gelombang mikro elektronik maka orang yang bersangkutran akan merasakan sebuah kekhusyu’an, kedamaian, dan rasa dekat dengan tuhan. Titik tersebut sering distimulus oleh orang yang sholat pada gerakan sujud yang merupakan gerakan terbanyak dalam sholat.
Penelitian Kaelber tahun 2002 (dalam Hidayati, 2007) menjelaskan bahwa dewasa ini penduduk wanita yang mengalami depressi antara 10% sampai 15% dan pada pria antara 5% sampai 12%, ini disebabkan karena orang telah meninggalkan agama dalam kehidupan, dan banyak karya ilmiah yang menyimpulkan bahwa komitmen agama bermanfaat bagi upaya pencegahan depressi dan dapat bertindak sebagai kekuatan pelindung dan penyangga seseorang dari resiko menderita depressi, itu sebagaiman yang ditulis oleh Prof. Dr. Dadang Hawari dalam bukunya yang berjudul Schizofrenia. Penyebab depresi pada awalnya adalah stress atau frustasi.
frustasi terjadi apabila terhambatnya suatu tujuan. Frustasi biasanya muncul karena konflik antara dua motif dimana motif pertama tidak bisa terpenuhi karena terhambat motif kedua. Contohnya adalah seorang ayah pengangguran yang ingin kehidupan keluarganya sejahtera, tidak miskin, mampu memenuhi kebutuhan keluarganya (motif 1) namun tujuan ini tidak bisa tercapai karena ia tidak punya skill (motif 2) sehingga tidak bisa bekerja, maka kondisi ini disebut sterss, ketika segala macam usaha dilakukan namun tetap tidak bisa tercapai, maka kondisi ini memungkinkan terjadinya frustasi, ketika perasaan gagal dan ketidakberdayaan ini terus-menerus dalam jangka waktu yang lama maka kondisi ini memungkinkan terjadinya depresi.
Setidaknya ada 4 perilaku ketika seseorang mengalami frustasi (Atkinson, 1983): pertama agresi, yaitu melakukan kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun cacian kepada sumber frustasi (sterssor) ataupun melampiaskan kepada hal lain (displacement) yang biasa disebut pengkambinghitaman (spacegoating). kedua apati, yaitu bersikap acuh atau masa bodoh dan menarik diri terhadap permasalahan yang dihadapi. Perilaku ini terjadi karena proses belajar dimana pengalaman seseorang ketika berprilaku apati dalam menghadapi masalah ternyata berhasil mendapatkan tujuannya dengan cara ini, lama kelamaan keberhasilan ini menjadi sebuah penguatan (reinforcement), akhirnya sikap apati menjadi pilihan dalam menyikapi friustasi. Contohnya: anak yang mengacuhkan orangtuanya (apati) karena dimarahi, akhirnya mereka menuruti anaknya, sehingga sikap apati menjadi jurus andalannya dan menjadi kebiasaan dalam menghadapi frustasi yang tidak disadari. Ketiga ketidak berdayaan. Yaitu sikap tidak berdaya ketika frustasi menimpanya dan tidak ada usaha yang dilakukan. Ini disebabkan karena individu telah mengalami masalah yang sama dan ia meyakini bahwa tidak ada jalan keluar bagi permasalahannya sehingga indidvidu itu pasrah. Keempat regresi, yaitu tindakan kembali ke bentuk perilaku yang tidak matang (infantile). Contohnya, seorang anak 7 tahun yang kurang diperhatikan orang tuanya karena lebih memeprthatikan adiknya yang umur 3 tahun, kondisi ini membuat anak frustasi dan berperilaku seperti anak 2 tahun seperti mengompol, menangis, ngambek dan lain-lain agar mendapat perhatian orang tuanya.
Sholat Sebagai Sarana Meminta Pertolongan Untuk Trecapainya Motif Apa yang dilakukan manusia ketika tidak bisa mencapai tujuannya (motif) dan menyelesaikan masalahnya? Tentunya mereka membutuhkan pertolongan orang lain, lalu apa yang dilakukan manusia ketika orang lain juga tidak mampu menolongnya? maka inilah yang disebut frustasi. Kondisi dimana tidak menemukan cara untuk menyelesaikan permasalahan. Dibutuhkan penolong yang bisa membantu segala permasalahnya, secara natural manusia selalu meminta pertolongan kepada yang lebih mampu daripadanya. sebagai seorang muslim kita telah menegtahui siapa Penolong kita, adalah Allah yang Maha Penolong sebagaimana Allah berfirman:
??????? ???????? ????????? ??????????? ??? “hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan”
Adapun cara meminta pertolongan kepada Allah telah difirmankan pada ayat-ayat berikut:
?????????????? ??????????? ???????????? ?????????? ??????????? ?????? ????? ????????????
” mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat, sesungguhnya (sholat) adalah hal yang sungguh besar (berat) kecuali bagi orang-orang yang khusu’ ” (al-Baqoroh: 45)
??? ???????? ????????? ???????? ???????????? ??????????? ???????????? ????? ??????? ???? ????????????? (??????: 153)
” wahai orang-orang yang beriman!!!, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”
Karena itulah sholat secara bahasa berarti do’a, sarana untuk memohon dan meminta pertolongan kepada Allah SWT. Lalu apakah benar sholat bisa memcahkan permasalahan kita dan memberikan solusi?, karena itu dalam ayat tersebut disebutkan dua hal yakni ?????? ??????? , artinya kita perlu sikap sabar untuk menghadapi frustasi, kita harus berbuat secara aktif untuk mencari pemecahan masalah terlebih dahulu dibarengi dengan tawakkal kepada Allah dengan sholat. Setiap pengaduan, keluhan akan didengar dan dikabulkan (Prof. Dr. Abdul Mujib. M.Ag, 2001). Allah berfirman:
??????? ????????? ????????? ?????????? ?????? ????? ????????? ??????????????? ???? ?????????? ????????????? ????????? ??????????
” danTtuhanmu berfirman, ‘berdo’alah kepadaKu niscaya akan aku ijabah bagimu, sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina’ (ghoofir: 60)
Dalam tafsir fi dzilal al-qur’an dalam menafsirkan ayat ini bahwa sabar merupakan bekal yang harus dimilki dalam menghadapi setiap kesulitan dan penderitaan, dan sholat adalah hubungan pertemuan antara hamba dengan Tuhan, hubungan yang dapat menguatkan hati, hubungan yang dirasakan oleh ruh, hubungan yang dengannya jiwa mendapatkan bekal di dalam menghadapi kesulitan dunia. Ketika usaha sedemikian sulit maka kadang-kadang kesabaran menjadi lemah, karena itulah diiringi dengan sholat, sebab sholat adalah penolong yang tidak akan habis, yang akan memperbaharui kekuatan, dan selalu meperbaharui hati, dengan sholat kesabaran akan tetap ada dan tidak terputus, justru akan makin mempertebal kesabaran, sehingga akhirnya seorang muslim akan teguh, tenang, dan ridho Sholat Sebagai Sarana Menenangkan Emosi Dan Meningkatkan Proses Kognisi Sholat akan membantu kita untuk menenangkan jiwa sehingga bisa berfikir dengan tenang, karena sesungguhnya emosi sangatlah mempengaruhi proses kognisi (pikiran) (Prof. Dr. Suharman, M.S, 2005).
Sholat merupakan bentuk aktifitas ibadah yang paling sempurna dan sarana dzikir yang paling lengkap (Fi dzhilaali Qur’an) Allah berfirman: ????????? ???????? ?????????????
??????????? ???????? ??????? ????? ???????? ??????? ??????????? ??????????
” orang-orang yang beriman dan hatinya tenang dengan mengingat Allah, sesungguhnya hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (ar-Ro’d: 28)
???????? ????? ??????? ??? ?????? ?????? ????? ???????????? ???????? ?????????? ?????????
” sungguh Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingatku” (toha: 14)
Suasana hati tertentu (emosi positif atau negatif) yang telah dialami seseorang berperan penting dalam dalam menyelesaikan tugas-tugas pemecahan masalah kreatif. Secara umum dapat dikatakan bahwa suasana hati yang positif lebih meningkatkan perilaku kreatif dari pada suasana hati yang netral, sedangkan suasana yang negatif cendrung menurunkan perilaku kreatif (hasil penelitian Isen, Johnson, Mertz, Robinson, 1985, dan Doubman, Nowicki, 1987) Maka bagi seorang muslim, sholat merupakan cara untuk mendapatkan emosi positif. Dari emsoi positif tersebut maka akan meningkatkan perilaku kreatif sehingga dapat melakukan pemecahan masalah Sholat sebagai katarsis Ilahiyah Katarsis merupakan ekpresi psikis suatu emosi dengan cara mencurahkan pengalamanan-pengalaman traumatik (Schultz & Schultz). Biasanya dalam psikoterapi seseorang klien bercerita secara lepas kepada terapis, setelah itu klien akan merasakan bebannya hilang. Manusia mempunyai insting untuk melepaskan dorongan-dorongan tersebut, seseorang membutuhkan orang lain untuk meringankan bebannya dengan cara mencurahkan isi hatinya, menangis, dan lain-lain. ini adalah perilaku alami yang dilakukan manusia, contoh sederhananya yang biasa dilakukan manusia adalah “curhat-curhatan” Begitu pula dalam sholat, katarsis bisa dilakukan tanpa menggunakan prosedur yang berbelit-belit dan dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Dan bukan dengan teman, terapis, atau psikolog, tapi dengan Allah SWT Orang frustasi dikarenakan adanya beban hidup yang dipikul sendiri, namun tidak demikian bagi seorang muslim, dalam sholatnya ia menyerahkan segalanya kepada Allah, seperti dalam doa iftitah sehingga dapat melepas ketegangan, stress, dan kecemasan
????? ???????? ????????? ??????????? ?????????? ??????? ????? ????????????
“sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah tuhan semesta Alam”
Begitupula dalam doa duduk antara dua sujud, dimana seorang muslim mencurahkan permohonan-permohonanya dan kebutuhan-kebutuhannya:
???? ?????? ??????? ??????? ??????? ??????? ??????
” ya Tuhanku, ampunilah aku, belas kasihi aku, tamballah kekuranganku, angkat derajatku, berilah rezeki padaku dan tunjukilah aku” (HR Ahmad Dari Ibn Abbas)
Efeknya; Sholat Mencegah Prilaku Keji Dan Munkar Merupakan efek jaka panjang sholat bagi seorang muslim atas terpelihara dirinya dari keji (???????) yang biasa terjadi karena sterss, frustasi ataupun depresi, dimana mereka banyak melakukan pengalihan (displacement) kepada alkoholisme, perzinahan, obat-obatan terlarang, bunuh diri, dan lain-lain. Sholat juga mencegah sifat munkar, yang biasa terjadi dalam bentuk agresi, seperti membunuh, menyiksa, dan lain-lain
. ……???????? ?????????? ????? ?????????? ??????? ???? ???????????? ????????????…….
“…dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat mencegah perbuatan keji dan munkar…”

Diskusi:
Namun permasalahan yang muncul sekarang adalah bahwasanya sholat tidak membawa perubahan apapun pada pelakunya, dikarenakan menjadikan sholat sebagai ibadah yang terpisah dari substansinya, tidak memahami esensi sholat itu sendiri, dan tidak memahami sholat yang khusyu apalagi melakukan sholat dengan khusyu’. Sholat yang khusuyu merupakan syarat agar seholat tersebut bisa menjadi sebuah terapi, karena perlu pengalaman spiritual yang mendalam, seperti kita ketahui bahwa berkomunikasi dengan Allah dalam Sholat, merasa tenang dalam sholat, dan meminta pertolongan kepada Allah dalam sholat merpuakan indikator sholat khusyu’. Karena itu umat islam akan senatiasa sehat rohaninya apabila bisa melakukan sholat dengan khusyu’. Dan hendaklah kita termasuk muslim yang bisa menjaga ke-khusyu’an sholat tersebut sehingga terjaga pula kesehatan jiwa kita, karena solat akan membawa kita kepada ketaqwaan dan orang yang bertaqwa selalu sehat mental. Keismpulan ini senada dengan yang diungkapkan Prof. Dr. Dzakiyah Darajat (1993) yang menjelaskan bahwa manusia yang sehat mentalnya adalah manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan merealisasikan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupannya, sehingga kehidupan ini dijalani sesuai dengan tuntutan agama. . Wallahu a’lam bissawaab.
Sumber:
Atkinson, Rita, et.al. 1983. Introduction to Psychology (Eight Edition). Harcourt Brace Jovanovich. Inc
Daradjat, Zakiyah. 1993. Ilmu Jiwa Agama. PT. Bulan Bintang. Jakarta
Hawari, Dadang. 2002. Schizofrenia. UI. Jakarta
Hidayati, Heny Narendrany. 2007. Psiokologi Agama. UIN Jakarta Pres
Mujib, Abdul dan Mudzakir, Jusuf. 2002. Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Quthub, Sayid. Fi Dzhilaal al-Qur’an.
Rakhmat, Jalaluddin. 2003. Psdikologi Agama. Mizan. Bandung.
Schultz, Duane P and Schultz, Sydney Ellen. 2005. Theories of Personality (Eight Edition). Thomson. USA
Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Srikandi. Surabaya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...