Showing posts with label Pengetahuan Umum. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Umum. Show all posts

Tuesday, February 14, 2012

Asosiasi Psikologi Amerika Memuji Keputusan Penolakan Pernikahan Sesama Jenis

APA Memuji: Pengadilan Menolak Larangan Pernikahan Sesama JenisSuzanne Bennett Johnson (Presiden APA)
California Asosiasi Psikologi Amerika memuji keputusan pengadilan pada Selasa kamarin, yang menyatakan hukum larangan pernikahan sesama jenis tidak konstitusional. Keputusan ini muncul setelah Pengadilan Tinggi California menolak dua hukum anti-gay dalam hukum pernikahan, secara efektif ini melegalkan pernikahan sesama jenis di negara bagian tersebut.
American Psychological Association (APA), organisasi profesional terbesar untuk psikologi Amerika, telah lama mendukung pernikahan sesama jenis. Hari ini, organisasi tersebut mengeluarkan pernyataan pujian pada legalnya pernikahan sesama jenis dalam tatanan hukum.
“Penelitian menunjukkan pernikahan memberikan manfaat meningkatnya kesehatan mental, bahwa pasangan sesama jenis sama halnya dengan pasangan heteroseksual. Tidak ada dasar ilmiah yang menyangkal kesetaraan pernikahan pada pasangan sesama jenis.” kata Suzanne Bennett Johnson, presiden APA, dikutip dari LiveScience (7/2/12).
Penelitian tahun 2010 di Amerika Serikat, telah menunjukkan bahwa anak-anak dari orang tua gay ternyata sama baiknya dengan anak normal. Anak-anak dengan dua ibu lesbian, misalnya, memiliki tingkat yang sama dalam prestasi akademik dan kesejahteraan dengan anak-anak dengan dua orangtua heteroseksual.
Opini publik juga mendukung hasil ilmiah tersebut. Pada bulan Mei 2011, lembaga polling Gallup melaporkan untuk pertama kalinya, bahwa lebih dari setengah orang Amerika mendukung pernikahan sesama jenis. Survei mengungkapkan bahwa 53 persen orang Amerika mendukung hak pernikahan bagi pasangan gay, meningkat 9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penolakan hukum larangan pernikahan sesama jenis tidak akan berhenti sampai di California. Bila banding diajukan, kasus pernikahan tersebut akan ditetapkan melalui pengadilan yang lebih tinggi untuk keputusan akhir.

Ciuman Kehidupan, Pemuda Di Cina Tak Jadi Mati Setelah Dicium Seorang Gadis

Sebuah ciuman ternyata dapat menggagalkan seseorang untuk melakukan bunuh diri. Peristiwa ini terjadi di Cina, dimana seorang pemuda mengurungkan rencana bunuh dirinya setelah mendapatkan ciuman dari gadis muda, Liu Wenxiu. Gambar: Liu Wenxiu Saat Penyelamatan
Urung Bunuh Diri Setelah Dicium Gadis RemajaPeristiwa ini terjadi ketika gadis remaja (19) ini tengah berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. Tiba-tiba ia melihat kerumunan orang-orang yang rupanya tengah melihat seorang pemuda yang akan bunuh diri dengan mengiris lehernya dan terjun ke bawah.
Tidak ada yang mencoba menghentikan pemuda itu membuat Liu memberanikan diri untuk mendekatinya. Walaupun ia dilarang oleh petugas kepolisian setempat, ia tidak kekurangan ide. Ia mengaku sebagai pacar dan pemuda itu bunuh diri karena dirinya.
“Saya hanya ingin mendekat padanya, mengajak bicara, dan syukur-syukur dia mengurungkan niatnya,” katanya.
Setelah ia semakin dekat dengan pemuda itu, ia sempat mengajak bicara dan diketahui bahwa pemuda itu adalah korban dari broken home. Liu sendiri dulu juga anak broken home, sehingga ia dapat memahami perasaan pemuda itu.
Tidak diketahui apa yang dibicarakan sehingga pemuda itu luluh. Liu pun mendekati pemuda itu dan kemudian memeluk dan menciumnya. Pemuda itu akhirnya mengurungkan niatnya dan menjatuhkan pisau.
Para petugas yang melihatnya segera membantu Liu untuk membawanya melewati pagar pembatas dan menyelamatkan pemuda itu.
Apa yang dibicarakan? “Ceritanya menyentuh saya. Tapi tiba-tiba saya merasa saya sangat memahaminya dan serasa saya adalah pacarnya,” ujarnya, tersipu malu.

Remaja Sekarang Mendambakan Tubuh Ideal,

Psikologi Zone – Jaman telah berubah, sekarang remaja pun mengharapkan tubuh langsing. Langsing dianggapnya sebagai bentuk tubuh yang ideal. Tubuh ideal yang dimiliki para model dan selebritis. Sebuah survei menunjukkan setengah dari anak perempuan dan sepertiga anak laki terobsesi dengan tubuh langsing. Mereka rela bersusah payah, termasuk lewat tindakan ekstrim, untuk mendapatkan citra tubuh ideal. Tubuh yang mereka idamkan yakni tubuh sempurna dan berat badan ideal.
Remaja Sekarang Terobsesi Tubuh IdealHasil penelitian yang dilakukan tim peneliti di Inggris, dikutip dari dailymail (28/11/11) menyebutkan sepuluh dari anak laki-laki merasa tertekan dengan berat badannya yang dianggap berlebihan. Karena tertekan mereka merasa perlu berlatih keras dengan latihan beban agar tubuh lebih berotot. Sedangkan satu dari delapan anak perempuan lebih senang mengkonsumsi pil diet atau obat pencahar agar tubuh mereka bisa langsing.
Para peneliti ini melakukan survei pada 810 remaja usia 11-16 tahun. Diketahui dari para responden bahwa mereka membandingkan tubuhnya dengan tubuh para selebritis yang muncul di televisi. Yang lebih heboh lagi, seperempat dari laki-laki dan perempuan tersebut bersedia untuk operasi kosmetik demi mewujudkan tubuh idealnya.
Setengah anak perempuan tersebut dan sepertiga anak laki-laki tersebut juga bersedia untuk bertindak ekstrim demi mendapatkan tubuh ideal. Rosi Prescott, Kepala Eksekutif Central YMCA, badan amal yang melakukan survei mengatakan bahwa, anak-anak remaja ini begitu obsesi dengan tubuh langsing. Mereka begitu tidak nyaman dengan tubuh dan citra tubuhnya.
Sekarang sedang tren cara-cara instan untuk membentuk tubuh ideal, dan kadangkala cara tersebut berbahaya untuk penggunanya. Joe Swinson mengatakan remaja-remaja yang mencoba metode ekstrim ini bisa dibilang salah arah.
Menurutnya, persoalan ini menarik untuk dipantau terus, apa yang dulunya dipandang persoalan remaja perempuan kini malah merembet ke remaja laki-laki. Persoalan ini disebabkan tekanan pada remaja untuk menyesuaikan diri dengan citra tubuh ideal yang tidak realistis dan sulit dijangkau.
Faktanya, hanya gara-gara berharap memiliki tubuh langsing, pada awal tahun ini, sudah ada anak usia 5 tahun masuk rumah sakit karena anoreksia. Parlemen sendiri sudah berusaha menyelidiki kasus yang menimpa para remaja dan anak-anak ini. Pencitraan diri dan tubuh yang mempengaruhi remaja ini diduga disebabkan oleh budaya selebriti, industri fashion dan iklan yang mendorong munculnya obsesi berlebihan.
Cara paling baik untuk mengatasi persoalan ini yakni dengan mendorong orang untuk percaya diri dan yakin dengan tubuhnya sendiri.

Beberapa Cara Cespleng Membangun Kebahagiaan di Tempat Kerja

Cara Membangun Kebahagiaan di Tempat Kerja
Psikologi Zone – Banyak dari kita memiliki pekerjaan untuk mencari nafkah. Bila Anda bekerja setelah lulus kuliah di usia 20-an tahun, kemudian pensiun di usia 60 tahun, dan Anda memiliki umur 70 – 80 tahun, berarti Anda bekerja selama 40-an tahun, itu hampir 50% dari hidup Anda. Jelas bahwa kualitas pengalaman kerja Anda dapat mempengaruhi keseluruhan kesejahteraan hidup Anda. Anda mungkin pernah mendengar dari anggota keluarga, teman, atau bahkan orang lain yang merasa tertekan dalam pekerjaan dan memutuskan mencari pekerjaan lain. Kenyataanya, pekerjaan baru tidak dapat menjamin Anda untuk menjalani kehidupan kerja yang lebih bahagia. Apakah ada sesuatu yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan kita di tempat kerja?
Lyubomirsky, Sheldon, dan Schkade dalam jurnal Review of General Psychology. Faktor genetik menyumbang 50% dalam kebahagiaan Anda. 10% disumbangkan oleh keadaan di sekitar Anda. Sedangkan 40% sisanya ditentukan oleh diri Anda sendiri. Bila diibaratkan, mencari kebahagiaan di tempat kerja adalah sama dengan lukisan minyak:
  1. Memiliki bakat bawaan dalam seni adalah faktor genetik yang menyumbang 50% kebahagiaan Anda.
  2. Anda mungkin secara kebetulan, mendapatkan cat minyak, kanvas, dan satu cat kuas yang berbeda kualitasnya dengan apa yang dimiliki orang lain. Bila anda memiliki kualitas yang baik, itu hanya menyumbang 10% dari kebahagiaan dalam hidup Anda.
  3. Terlepas dari dua kondisi sebelumnya, Anda masih bisa menghasilkan berbagai macam bentuk lukisan. Anda bisa meyakinkan diri belajar pada orang yang ahli untuk menghasilkan lukisan yang indah. Ini merupakan tindakan yang ditentukan oleh diri Anda sendiri untuk memberikan sumbangan 40% kebahagiaan dalam hidup Anda.
Tips untuk Mewarnai Kehidupan Kerja Anda Menjadi Bahagia
Anda mungkin berpendapat bahwa Anda bukanlah seorang atasan, jadi bagaimana Anda bisa menambahkan elemen-rangsangan kebahagiaan di tempat kerja? Dikutip dari Positive Psychology News (28/9/11), berikut adalah beberapa tips yang mungkin berguna:
Sampaikan terima kasih kepada rekan kerja Anda: Sebuah ucapan terima kasih akan menunjukkan penghargaan anda pada rekan kerja. Bila Anda bertanggungjawab atas hubungan staf Anda, maka membuat sebuah program terima kasih akan meningkatkan kesejahteraan dan memunculkan emosi positif diantara mereka.
Kita mungkin mengucapkan terimakasih dalam sebuah catatan kecil dan diberikan pada mereka. Misalnya, “Saya ucapkan terima kasih pada Anda yang telah memberikan saya informasi yang berguna untuk menyelesaikan proyek tersebut”, “Terima kasih telah membantu saya untuk menyelesaikan proyek selama saya sakit” dan “Terima kasih untuk mendengarkan kata-kata saya dan segala bentuk canda untuk menghibur saya”.
Bila perusahaan Anda tidak memiliki program terimakasih, Anda bisa mengirimkannya melalui email atau mengirim catatan terima kasih pada mereka secara langsung. Anda akan dapat menumbuhkan sikap syukur dan meningkatkan kebahagiaan Anda di tempat kerja bersama rekan kerja Anda.
Menemukan keunggulan dalam diri Anda: Dalam buku Character strengths and virtues: A handbook and classification oleh Peterson dan Seligman, ada klasifikasi kekuatan dan kebajikan yang memungkinkan manusia untuk berkembang melalui kajian Psikologi Positif. Terdapat 6 kategori kebajikan manusia: kebijaksanaan, keberanian, kemanusiaan, keadilan, kesederhanaan, dan transendensi. Anda perlu untuk menentukan pada area mana karakter diri Anda berada.
Bila kekuatan karakter Anda adalah Kebaikan, Anda mungkin bisa bergabung dengan organisasi sosial. Jika Anda tidak menemukan ada organisasi sosial, Anda dapat meminta rekan-rekan Anda untuk melakukan pelayanan sosial bersama-sama. Tindakan ini bisa memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan kekuatan karakter Anda di tempat kerja Anda dan mungkin meningkatkan tingkat kebahagiaan Anda di tempat kerja.
Mengembangkan hubungan sosial di tempat kerja: Diener dan Seligman dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa hubungan sosial yang baik membentuk sebuah kondisi yang diperlukan untuk mencapai kebahagiaan. Anda menghabiskan waktu sekitar 8 jam per hari dengan rekan-rekan kerja. Ini dapat dijadikan momentum untuk menjalin hubungan sosial dengan mereka dan meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja. Anda bisa melakukan sapaan selamat pagi atau bahkan menyapa rekan kerja Anda saat bertemu di lorong. Interaksi singkat sebenarnya memicu sentuhan kebahagiaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Ternyata Kepribadian Kita Berpengaruh Besar Terhadap Daya Tarik

Kaitan Kepribadian Dengan Daya TarikPsikologi Zone – Berdasar penelitian terbaru dari Association for Psychological Science, dapat disimpulkan bawha ciri-ciri kepribadian tertentu punya kontribusi besar terhadap penilaian guna melanjutkan ke pertemuan selanjutnya. Penelitian ini dilakukan oleh dari Westfalische Wilhelms-Universitat Munster, University of Edinburgh, Johannes Gutenberg University of Mainz, dan Humboldt University, Berlin, Jerman.
Subjek penelitian terdiri dari 190 pria dan 192 perempuan serta dibagi menjadi 17 grup. Sebagaimana kencan singkat yang dilakukan oleh biro jodoh, tiap laki-laki dan perempuan diberi kesempatan untuk bertemu selama 3 menit.
Sehabis pertemuan, mereka diminta menjawab pertanyaan, “Untuk tiap orang yang Anda ajak bicara, apakah Anda ingin bertemu kembali dengannya?” Mereka juga ditanya apakah orang lain berpikir ingin bertemu dengan mereka. Umumnya, mereka sangat buruk dalam memperkirakan seberapa mungkin orang akan menemui mereka kembali. Bahkan, sebagian tak bisa menentukan sama sekali. Tapi, sebagian lain menunjukkan hasil baik.
Sukses, berkorelasi dengan ciri-ciri tertentu yang terkait dengan stereotip gender. Pria dengan kategori bukan pemilih, lebih baik dalam memperkirakan apakah seorang perempuan ingin bertemu dengan mereka. Perempuan dengan kepribadian baik lebih mampu menebak apakah seorang pria ingin bertemu mereka. (sa – mi)

Menguak Peran Psikologi Dalam Perang dan Militer

Peran Psikologi dalam Perang dan Militer
Janice H. Laurence (Temple University)
Amerika Serikat, Psikologi Zone – Ketika Amerika Serikat diminta untuk menanyakan faktor keberhasilan dalam perang abad ke-20 dan konflik abad ke-21, maka yang dicari adalah jawaban pada bidang-bidang seperti fisika, kimia dan teknologi informasi. Namun ada bidang keilmuan yang memiliki kontribusi dalam perang modern dan tidak terlihat, yaitu psikologi. Menurut Janice H. Laurence, profesor perkembangan dewasa dan organisasi di Temple’s College of Education, bidang psikologi memiliki pengaruh dalam sebuah perang melalui berbagai cara. Sebaliknya, ia mengatakan, perang modern seharusnya memerlukan inovasi dalam bidang psikologi yang memiliki aplikasi jauh melampaui militer.
Laurence, yang baru saja pensiun dari Pentagon sebagai direktur penelitian dan analisis di Kantor Wakil Menteri Pertahanan, Personalia dan Kesiapan, telah mengumpulkan sebuah pengetahuan terbaru dari bidang psikologi militer dan menerbitkannya dalam buku berjudul The Oxford Handbook of Military Psychology (Januari, 2012), rilis Temple University (31/1).
Topik yang dibahas di buku pegangan ini mencakup bidang klinis, psikologi industri/organisasi, eksperimen, dan sosial. Kontributor dalam buku ini adalah para ahli internasional terkemuka dalam psikologi militer.
“Militer merupakan tempat penelitian mutakhir tentang kepemimpinan”, kata Laurence.
Penelitian menarik dalam sebuah kepemimpinan saat kelangsungan hidup dan kesejahteraan dipertaruhkan dalam sebuah perang. Psikologi militer sedang membangun pengetahuan yang dapat menginformasikan strategi mengembangkan pemimpin yang efektif.
Kondisi perang modern saat ini, memiliki prosedur evakuasi yang cepat dan telah membawa perbaikan dalam psikologi konseling dan klinis untuk mengatasinya.
“Kami melihat perkembangan menarik dalam pengobatan gangguan stres, cara terbaik menangani trauma dan bagaimana membangun ketahanan,” katanya.
Daerah lain yang menunjukkan hubungan penting antara militer dan psikologi adalah perekrutan, pelatihan, memotivasi, menjaga, mengelola, mengintegrasikan dan mempertahankan anggota militer. Bahkan aplikasinya dapat diterapkan dalam arena non-militer.
“Pengetahuan yang diperoleh dari psikologi militer meningkatkan kehidupan manusia dalam semua domain,” tutup Laurence. (mba)
Psikologizone.com

Monday, February 13, 2012

Pentingnya Personal Meaning Bagi Individu Berprestasi!!

Personal meaning dianggap menjadi salah satu hal yang penting yang menggerakkan individu mencapai prestasi. Selain itu, Frankl (dalam Wiebe, 2001) memandang bahwa seseorang yang memiliki personal meaning yang positif (fulfillment of personal meaning) dalam kehidupan, berkontribusi kepada harapan dan optimisme dan menghargai terjadinya suatu masa buruk dalam siklus kehidupan.
Bilamana terjadi suatu kejadian atau peristiwa buruk, personal meaning diyakini dapat membantu memunculkan kebangkitan diri individu dari keadaan yang tidak diinginkan. Frankl (dalam Wiebe, 2001) berkeyakinan bahwa meaningfulness (kebermaknaan) dalam hidup, berhubungan dengan self esteem yang tinggi dan perilaku yang murah hati terhadap orang lain, sedangkan meaningless (ketidakbermaknaan) dalam hidup berasosiasi dengan ketidakpedulian atau melepaskan diri (diengagement).
Personal Meaning dalam beberapa perspektif
a. Perspektif Relativitas
Battista dan Almond (dalam Visser, 1973) melakukan penelitian terhadap berbagai teori personal meaning yang berbeda, dan menemukan bahwa meaning bagi setiap orang itu berbeda, dan pencapaian menemukan meaning itu sendiri unik bagi setiap orang. Toleransi Battista dan Almond terhadap sistem kepercayaan yang memunculkan struktur bagi perkembangan personal meaning adalah tanda penting dalam perspektif relativitas ini. Dalam penelitiannya tersebut, Battista dan Almond menemukan 4 hal yang biasa ditemukan yang berhubungan dengan personal meaning, yaitu ;
  1. Orang yang percaya bahwa hidupnya bermakna , secara positif pasti meyakini konsep-konsep tertentu, seperti humanistik, religiusitas, atau idiosyncratic yang berhubungan dengan makna kehidupan.
  2. Konsep meaning yang mereka yakini, memunculkan kekonsistensian mereka untuk mencapai arah dan tujuan hidup mereka.
  3. Orang yang percaya bahwa hidup mereka bermakna , entah hidup mereka sudah bermakna atau mereka yang masih berusaha mencapai tujuan hidupnya.
  4. Dalam proses mencapai tujuan hidup yang mereka buat, dalam diri seseorang , akan muncul perasaan signifikan pada diri mereka sendiri dan rasa bangga terhadap kehidupan mereka.
b. Perspektif Eksistensial
Personal meaning menurut perspektif eksistensialis didasarkan dari berbagai pemikiran filosofi, psikiatri dan psikolog. Sartre, Kierkegaard, dan Nietzche, di mana semuanya penganut eksistensialis yang sangat meyakini pengalaman seseorang, pada waktu dan situasi tertentu. (May & Yalom, 1995 dalam Wiebe,2001). Tujuan pokok Humanisme – Eksistensialis adalah keselamatan dan kesempurnaan manusia.
b.1. Perspektif Eksistensial Sartre
Pandangan Sartre mengenai Eksistensialisme sebagai Humanisme adalah ajaran yang menghargai kehidupan manusia, dan mengajarkan bahwa setiap kebenaran dan tindakan mengandung keterlibatan lingkungan dan subjektifitas manusia (Sartre dalam Soejadi, 2001 ). Sartre berpendapat bahwa manusia yang memiliki kebebasan, kemerdekaan, dan sebagai makhluk pribadi yang otonom. Sartre menghargai dan menjunjung tinggi eksistensi pribadi serta subjektifitas dalam kehidupan bersama. Kebebasan bagi Sartre adalah absolut, tidak ada batas lagi kebebasan selain batas yang ditentukan oleh kebebasan itu sendiri. Kebebasan sebagai arah dan tujuan hidup selaku manusia adalah kepribadian atau kedirian yang sifatnya sedemikian rupa sehingga orangnya bebas dari beraneka ragam alienasi yang menekannya, dan bebas pula untuk kehidupan yang utuh, tak tercela, berdikari dan kreatif. Selain itu, Sarte juga menekankan bahwa manusia harus bertanggung jawab terhadap keputusan yang dipilihnya. Menurutnya, manusia harus dipahami sebagai subjek otonom, memiliki keunikan dan kedudukan eksistensial. Individualitas dan personalitas manusia menjadi penting karenanya.
b.2. Perspektif Eksistensial Omoregbe
Omoregbe (dalam Soejadi, 2001) mengatakan implikasinya dalam sikap dan tindakan humanis, bahwa kebebasan manusia menurut Sartre memberikan dan membawa jalan keluar yang fundamental untuk mentransendensi atas dunia, menumbuhkan semangat keberanian manusia untuk berbuat lebih kreatif dan progresif dalam usaha meraih hidup yang lebih tinggi , memberi peluang kepada setiap pribadi manusia untuk mengembangkan diri.

Definisi Meaning dan Personal Meaning
a. Definisi Meaning Menurut Maslow
Maslow (dalam Wiebe, 2001) mengatakan bahwa meaning dialami dari aktualisasi diri, individu yang termotivasi untuk mengetahui alasan atau maksud dari keberadaan dirinya. Ia juga mengatakan bahwa setiap individu memiliki dorongan untuk memenuhi kebutuhannya dari yang sederhana sampai kebutuhan yang kompleks. Aktualisasi diri adalah pencapaian suatu potensi terbesar dalam diri, menjadi yang terbaik yang dapat dilakukannya, dan mencapai tujuan hidup dirinya.
b. Definisi Meaning Menurut Baumeister
Baumeister (1991), mengatakan bahwa meaning mengandung beberapa bagian kepercayaan yang saling berhubungan antara benda, kejadian dan hubungan. Baumeister menekankan bahwa meaning pada akhirnya memberikan arahan, intensi pada setiap individu, di mana perilaku menjadi memiliki tujuan , daripada hanya berperilaku berdasarkan insting atau impuls.
c. Definisi Meaning Menurut Frankl
Frankl (dalam Wiebe, 2001) mengkonsepkan meaning sebagai pengalaman dalam merespon tuntutan dalam kehidupan, menjelajahi dan meyakini adanya tugas unik dalam kehidupannya, dan membiarkan dirinya mengalami atau yakin pada keseluruhan meaning. Frankl yakin bahwa setiap individu memiliki kapasitas untuk melawan lingkungan luar yang sulit, menahan dorongan fisik maupun psikologis untuk masuk ke dalam dimensi baru dari eksistensi diri. Dimensi baru ini adalah hal-hal mengenai meaning, dan meliputi dorongan untuk menjadi signifikan dan bernilai dalam kehidupan.
Frankl dalam logoterapinya, menyebutkan tiga asumsi. Asumsi pertama, kehidupan memiliki meaning yang sangat luas, termasuk hal yang paling menyakitkan atau tidak ada harapan (kebebasan berkehendak). Kedua, bahwa orang yang dilengkapi “will to meaning” sejak lahir , yang tidak mengejar kekuasaan atau kesenangan, tetapi untuk menemukan meaning dan tujuan hidupnya (motivation for living atau kehendak untuk hidup bermakna). Ketiga, Frankl mempercayai bahwa orang memiliki kebebasan untuk menemukan personal meaning dalam berbagai situasi (makna hidup), entah melalui aktivitas, pengalaman atau sikap yang bermakna.
d. Definisi Personal Meaning Menurut Reker
Menurut Reker, personal meaning adalah memiliki tujuan hidup, memiliki arah, rasa memiliki kewajiban dan alasan untuk ada (eksis), identitas diri yang jelas dan kesadaran sosial yang tinggi.
“Personal meaning is defined as having a purpose in life, having a sense of direction, a sense of order and a reason for existence, a clear sense of personal identity, and a greater social consciousness.”
(Reker, 1994; Reker & Butler, 1990; Reker et al., 1987; Zika & Chamberlain, 1992)
Definisi personal meaning menurut Reker dapat melengkapi komponen-komponen yang menentukan berhasilnya perubahan dari penghayatan hidup tak bermakna menjadi lebih bermakna yang diutarakan Bastaman (1996), yaitu ;
  1. Pemahaman diri ( self insight); Meningkatnya kesadaran atas buruknya kondisi diri pada saat ini dan keinginan kuat untuk melakukan perubahan kearah kondisi yang lebih baik
  2. Makna hidup ( meaning of life); adalah nilai-nilai penting dan sangat berarti bagi kehidupan pribadi seseorang yang berfungsi sebagai tujuan hidup yang harus dipenuhi dan sebagai pengarah kegiatannya
  3. Pengubahan sikap ( attitude change); Adalah suatu proses dari yang semula tidak tepat menjadi lebih tepat dalam menghadapi masalah, kondisi hidup atau musibah.
  4. Keikatan diri (self commitment); Adalah munculnya suatu komitmen seseorang yang ditandai dengan semakin terikat dengan makna hidup yang ditemukan dan tujuan hidup yang telah ditetapkan
  5. Kegiatan terarah (directed activity); Adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sadar dan sengaja berupa pengembangan potensi-potensi pribadi (bakat, kemampuan, keterampilan) yang positif, serta pemanfaatan relasi antar pribadi untuk menunjang tercapainya makna dan tujuan hidup.
  6. Dukungan sosial (social support); Adalah hadirnya seseorang atau sejumlah orang yang akrab, dapat dipercaya dan selalu bersedia memberi bantuan pada saat-saat diperlukan.
Hal-hal pokok yang saling melengkapi di antara keduanya, yaitu ;
  1. Tujuan hidup yang dimaksud oleh Reker (1997), dapat dianggap sama dengan makna hidup yang dimaksud Bastaman (1996). Tujuan dan makna hidup, sama-sama memiliki peran sebagai arah individu tersebut dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
  2. Sebelum memiliki tujuan dan makna hidup, individu akan melalui tahap pemahaman diri , yaitu proses pencarian dan penyadaran atas keadaan diri yang menghasilkan suatu tujuan atau makna hidup individu tersebut. Tahap pemahaman diri ini dapat diartikan sama dengan identitas yang jelas pada definisi personal meaning Reker (1997).
  3. Setelahnya, individu akan melalui tahapan pengubahan sikap, suatu proses penyadaran yang semula tidak tepat menjadi lebih tepat dalam menghadapi masalah. Hal ini didorong pula oleh rasa memiliki kewajiban dan alasan untuk ada (eksis) pada individu tersebut.
  4. Kemudian, individu akan melalui tahapan keikatan diri terhadap tujuan dan makna hidupnya.
  5. Individu akan masuk ke tahap kegiatan terarah, yaitu melakukan upaya pencapaian tujuan danmakna hidup. Pada tahap ini individu telah memiliki arah yang jelas dan nyata, yang dapat dilakukan dalam usahanya mencapai tujuan dan makna hidup.
  6. Komponen dukungan sosial yang diungkapkan Bastaman (1996), merupakan komponen pelengkap yang berperan penting dalam pencapaian tujuan dan makna hidup atau personal meaning individu. Sedangkan kesadaran sosial yang tinggi dapat dianggap sebagai komponen pendukung atau hasil dari pencapaian tujuan dan makna hidup individu.

Dimensi Meaning
Reker dan Wong (dalam Reker&Chamberlain, 2000) melakukan kolaborasi teori, yang menghasilkan 4 dimensi meaning. Empat dimensi meaning tersebut berhubungan dengan 1) bagaimana meaning dialami (structural components), 2) isi dari pengalaman (sources of meaning), 3) perbedaan bagaimana meaning dialami (breadth), dan 4) kualitas pengalaman bermakna (depth).
a. Structural components
Komponen struktural ini menjelaskan bagaimana meaning dialami oleh seseorang, yang terdiri dari komponen kognitif, motivasional, dan afektif, serta dan komponen personal dan sosial.
Komponen Kognitif
Diartikan sebagai sistem keyakinan individu dan pandangan menyeluruh yang telah terbangun dalam konteks budaya yang spesifik dan dipengaruhi oleh pengalaman kehidupan individu yang unik. Umumnya, pertanyaan-pertanyaan fundamental yang dipengaruhi komponen kognitif adalah ”Apa yang saya lakukan dalam kehidupan ini bernilai?” atau ” Apa yang membuat kehidupan menjadi berarti?”. Oleh karena itu, komponen kognitif menjadi bagian dari pemberian makna pada suatu pengalaman hidup. Individu tidak hanya memberi makna dari sistem kepercayaan atau pandangan masyarakat , tetapi juga mencari pengertian eksistensial melalui nilai dan tujuan dari kejadian atau pengalaman hidup, lingkungan atau kesulitan-kesulitan yang dihadapi.
Komponen Motivasional
Adalah sistem nilai yang dibangun pada setiap individu. Nilai, adalah pedoman kehidupan, yang mengarahkan apa tujuan yang harus dicapai oleh seseorang, dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Nilai ditentukan oleh kebutuhan individu, kepercayaan dan masyarakat. Proses untuk mencapai tujuan tertentu dan pencapaian mereka, meningkatkan sense of purpose dan meaning pada satu eksistensi. Komponen motivasional melihat personal meaning sebagai sifat dasar kognitif dan perilaku, secara konsisten mengejar tujuannya dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang menurutnya berguna. Komponen ini paling penting untuk menjaga individu agar tetap bertahan , dalam menghadapi atau melalui rintangan, atau pengalaman traumatis yang ekstrem.
Komponen Afektif
Komponen ini terdiri dari rasa puas (satisfaction) dan pemenuhan atau perasaan terpenuhi (fulfillment) individu yang didapat dari pengalaman-pengalaman dan keberhasilan mencapai tujuan individu tersebut. Perasaan terpenuhi merupakan hasil dari cara berpikir yang positif dalam kehidupan. Walaupun, perjuangan untuk mencapai kebahagiaan belum tentu menghasilkan rasa makna diri yang besar, bagaimanapun juga rasa makna diri tersebut akan memberikan rasa puas pada individu yang berjuang tersebut.
Reker dan Wong (dalam Reker&Chamberlain, 2000) mengatakan bahwa ketiga komponen di atas tersebut saling berhubungan satu sama lain. Dalam penelitian yang dilakukan Ranst dan Marcoen (dalam Reker&Chamberlain, 2001) ditemukan bahwa komponen motivasional dan komponen afektif mempengaruhi komponen kognitif, sedangkan komponen motivasional tidak saling berpengaruh dengan komponen afektif.
Komponen Personal dan Sosial (Preconditions of meaning )
Preconditions of meaning terdiri dari hubungan sosial dan kualifikasi personal. Komponen sosial terdiri dari hubungan personal, cinta dan empati. Komponen personal terdiri dari kualitas unik pada individual, atribut personal (seperti menjadi kreatif, fleksibel, adaptif, intelektual, memiliki rasa ingin tahu, dan bertanggung jawab), yang mempengaruhi personal meaning. Komponen sosial dan personal berperan sebagai preconditions of meaning dengan mengidentifikasi, individu yang seperti apa yang hendak mencari meaning.

b. Sources of meaning (sumber meaning)
Sumber meaning dimaksudkan dengan isi area-area yang berbeda atau tema personal dari mana meaning dialami. Darimana meaning berasal? Nilai dan kepercayaan adalan landasan kuat dari sumber meaning. Nilai didefiniskan sebagai konstruk yang melebihi situasi spesifik dan nilai lebih disukai secara personal dan sosial. Nilai tergabung dengan modes of conduct (nilai instrumental) dan tujuan hidup (nilai terminal) dan mendorong untuk melakukan tindakan (Rokeach dalam Reker dan Chamberlain, 2000). Nilai akan terefleksikan dari jawaban individu ketika ditanyakan mengenai area dari kehidupan mereka, dari mana meaning berasal.
Di samping itu, berdasarkan berbagai penelitian secara kuantitatif maupun kualitatif, ditemukan bahwa meaning dapat berasal dari sumber-sumber yang luas dan spesifik, seperti budaya dan latar belakang etnis, sosial demografis dan tahap perkembangan (Devogler, et al dalam Reker dan Chamberlain, 2000).
Perbandingan Teori Sumber Meaning Frankl, Wong dan Reker
Sumber meaning menurut FRANKL (dalam Wiebe, 2001)
Sumber meaning menurut WONG (dalam Wiebe, 2001)
Sumber meaning menurut REKER (dalam Reker & Chamberlain, 2000)
Sumber meaning terdiri dari 3 sumber nilai, yaitu ;
1. Nilai Kreatif ; apa yang dapat diberikan individu untuk dunia, misalnya kesuksesan pribadi, perilaku menolong, dan sebagainya
2. Nilai Sikap (attitude); bagaimana cara individu menghadapi situasi yang tidak dapat diubah. Penerimaan terhadap situasi ini, seburuk apapun situasi atau keadaannya, disebut dengan self-transcendence.
3. Nilai Pengalaman ; pengalaman langsung di dunia , baik yang buruk ataupun yang baik.
  1. Achievement atau pencapaian prestasi
  2. Relationship (perilaku dan keahlian dalam menjalin hubungan dengan orang lain)
  3. Religion (keyakinan pada kekuatan yang lebih besar dan hubungan personal dengan Tuhan)
  4. Self –Transcendence (fokus nilai dalam melayani orang lain)
  5. Self Acceptence (memperlakukan diri dengan baik dan kemampuan untuk mengintegrasikan kesalahan di masa lalu dan keterbatasan diri dalam menjalani kehidupan saat ini dan cita-cita di masa depan)
  6. Intimacy (fokus terhadap keluarga dan hubungan yang dekat/intim)
  7. Fair Treatment (bagaimana seseorang diperlakukan dan dihormati dalam lingkungan sosialnya)
  8. Fulfillment (perasaan terpenuhi dan rasa puas atau senang)
  1. hubungan personal
  2. altruism
  3. aktivitas religi,
  4. aktivitas kreatif,
  5. perkembangan diri,
  6. menemukan kebutuhan dasar,
  7. keamanan finansial
  8. aktivitas rekreasi
  9. prestasi pribadi,
  10. meninggalkan warisan,
  11. nilai atau idealisme yang bertahan lama,
  12. tradisi dan budaya,
  13. alasan sosial/politik
  14. humanistic concern
  15. aktivitas bersenang-senang
  16. kepemilikan benda
  17. hubungan dengan alam.


c. Breadth of meaning
Breadth of meaning adalah kecenderungan individu untuk mengalami atau memperoleh meaning dari beberapa sumber yang berbeda. DeVogler-Ebersole dan Ebersole (dalam Reker dan Chamberlain, 2000) menyatakan bahwa pada umumnya individu memperoleh meaning dari berbagai sumber , dan hanya sedikit individu yang hanya memperoleh meaning dari satu sumber. Reker dan Wong (dalam Reker dan Chamberlain, 2000) menyatakan bahwa individual 1) akan mengalami meaning dari beberapa sumber yang berbeda, dan 2) semakin banyak sumber meaning yang dimiliki, maka akan mengarahkan individu tersebut ke rasa pemenuhan (fulfillment) yang lebih besar.
d. Depth of meaning
Depth of meaning menunjukkan kualitas dari pengalaman meaning individu. Apakah pengalaman meaning individu tersebut dangkal, dalam, atau hanya sebagian. Menurut Reker dan Wong (dalam Reker dan Chamberlain, 2000), terdapat empat (4) level depth yang menunjukkan tingkat meaning yang dialami individu. Keempat level depth ini dikategorikan menjadi ; self-preoccupation dengan kesenangan dan kenyamanan (level 1), pengabdian waktu dan tenaga untuk mewujudkan potensi diri (level 2), pelayanan bagi orang lain dan komitmen terhadap lingkup sosial yang lebih luas , atau alasan politis (level 3), dan nilai yang menyenangkan yang melebihi arti individu dan meliputi alam semesta, dan tujuan akhir kehidupan (level 4). Namun, O’Connor dan Chamberlain (dalam Reker dan Chamberlain, 2000), menemukan kesulitan melakukan prosedur dalam menentukan levels of depth seseorang sesuai dengan kriteria depth of meaning yang dipaparkan Reker dan Wong (dalam Reker dan Chamberlain, 2000). Kesulitan prosedur yang dihadapi adalah adanya hubungan yang tidak setara antara sumber kategori meaning dan levels of depth. Misalnya, sumber kategori meaning yang dimiliki seseorang hanya melayani orang lain, dengan demikian apakah individu ini dapat langsung dimasukkan ke dalam level tiga (3) ? Menurut O’Connor dan Chamberlain (dalam Reker dan Chamberlain, 2000), depth merupakan dimensi yang penting untuk menggamarkan personal meaning seseorang, namun O’Connor dan Chamberlain menyatakan bahwa masih diperlukan konsep depth of meaning yang lebih baik. Oleh karena itu, dalam penelitian ini depth of meaning tidak akan digali mengingat masih terjadi perdebatan konsep depth of meaning ini, untuk menghindari kesalahan atau kekeliruan dalam mengintepretasi dan menganalisis data.

Proses penghayatan hidup tak bermakna menjadi lebih bermakna atau Penemuan Personal Meaning
Bastaman (1996) melihat proses makna hidup seseorang dalam suatu proses yang merupakan urutan pengalaman dari penghayatan hidup tak bermakna menjadi lebih bermakna, atau berdasarkan definisi Reker disebut proses penemuan personal meaning.
Lukas (1986) , melihat ada dua bagian besar antara individu yang telah menemukan personal meaning dan individu yang masih mencari personal meaning. Individu yang belum menemukan personal meaning dapat dibedakan mejadi dua bagian lagi yaitu individu yang berhenti dan terperangkap (stuck) dalam pencarian mereka (people in doubt), dan individu yang masih aktif mencari personal meaning nya. Sedangkan individu yang telah menemukan personal meaning juga dibagi menjadi dua, yaitu individu yang memiliki sistem nilai piramidal (people in despair) dan individu yang memiliki sistem nilai paralel.
Kratochvil (dalam Lukas, 1986) mengungkapkan, individu yang memiliki sistem nilai piramidal adalah individu yang hanya memiliki satu nilai besar dalam hidupnya di atas nilai-nilai kehidupannya yang lain. Sedangkan individu yang memiliki sistem nilai paralel adalah individu yang memiliki beberapa nilai yang sama-sama kuat dalam kehidupannya, semua nilai yang dimilikinya sama berartinya.
Kratochvil (dalam Lukas, 1986) juga menegaskan bahwa individu yang memiliki sistem nilai paralel, umumnya lebih sehat dan stabil daripada individu yang memiliki sistem nilai piramidal. Ada dua alasan yang mendasari pemikiran Kratochvil ini, yaitu ;
  1. Individu yang memiliki sistem nilai paralel lebih mudah menggantikan (replace) nilai miliknya yang hilang. Misalnya, seorang ibu yang berhenti berkarir, masih memiliki prestasi lain di kegiatan sosial dan kesibukan dalam rumah tangganya. Sedangkan individu dengan sistem nilai piramidal, konsep keseluruhan hidupnya mudah dikacaukan (shambles).
  2. Umumnya, individu yang hanya memegang satu nilai tertinggi, cenderung fanatik atau tidak dapat bertoleransi terhadap suatu situasi kehidupan. Misalnya, seorang ibu yang hidup hanya untuk anaknya, sulit untuk memahami perilaku ibu-ibu lain yang dapat menitipkan anaknya untuk pergi bekerja.

DAFTAR PUSTAKA

Bastaman, H. D, (1996). Meraih Hidup Bermakna : Kisah Pribadi dengan Pengalaman Tragis. Jakarta : Paramadina
Baumeister, R. F., (1991). Meanings of Life. New York : Guilford Press
Bourne Jr, L.E. & Ekstrand, B.R., (1973). Psychology : It’s Principles & Meanings. Illinois: Dryden Press
Frankl, V.E., (2006). Man’s Search for Meaning. Boston : Beacon Press

Lukas, E. (1986). Meaningful Living : A Logotherapy Guide to Health. (tanpa kota penerbit dan nama penerbit)
Ranst, N.V. & Marcoen, A. (t,th). Structural Components of Personal Meaning in Life and Their Relationship with Death Attitudes and Coping Mechanisms in Late Adulthood. California : Sage Publication
Reker, G. T., & Chamberlain, K., (2000). Exploring Existential Meaning : Optimizing Human Development Across the Life Span. California : Sage Publication
Reker, G.T. (1997). Personal meaning, optimism, and choice: Existential predictors of depression in community and institutional elderly. Vol.37, Iss. 6;  pg. 709, 8 pgs. Diakses pada 4 September 2006, dari www.proquest.com
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Yogyakarta : Kanisius
Siswanto, D. (2001). Humanisme Eksistensial Jean-Paul Sartre. Yogyakarta : Philosophy Press
Wiebe, R.L. (2001). The Influence of Personal Meaning on Vicarious Traumatization in the Rapists. [Versi elektronik]. Diakses pada 27 Maret 2007 dari www.twu.ca/cpsy/Documents/Theses/Rhonda%20Wiebe%20Thesis.pdf
Visser,W.( 2005). Sources of Meaning in the Life, Work and Careers of Corporate Sustainability Managers in South Africa. Diakses pada 18 September 2006 dari www.waynevisser.com/meaning_sustainability_jan05.htm

Sunday, February 12, 2012

Inilah 10 Alasan Wanita Membenci Pria

Pria adalah mahluk yang tercipta dengan postur tubuh yang kuat di bandingkan dengan wanita, akan tetapi bukan berarti pria bisa melakukan segalanya. Bahka pria cenderung tidak dapat merawat dirinya sendiri, hingga membuat bagian tubuhnya sangat di benci oleh wanita karena tidak terawat. Bagian tubuh mana saja yang paling di benci oleh wanita dari pria ?? berikut ini uraianya.
10 macam bagian tubuh Pria yang paling di benci oleh wanita
bagian tubuh pria yang di benci wanita
1. Kuku jari kaki yang panjang dan kotor
Salah seorang anggota kami menyebutnya dengan “kaki Hobbit”. Para pria memang tidak perlu sampai pedikur, namun jangan pernah membiarkan kuku jari kaki kotor.
2. Rambut yang tumbuh di tempat yang tidak seharusnya
Bulu hidung merupakan keluhan yang paling banyak disebut, diikuti dengan bulu telinga. “Apa susahnya sih membeli gunting dan cermin?” kata salah seorang anggota. Sayang kami tidak punya jawabannya.
3. Mulut
Ini termasuk hal yang sangat mendasar. Kita semua menyikat gigi, membersihkan sela-sela gigi, memutihkan gigi, namun beberapa pria berpikir bahwa “mulut menjijikkan” bukan masalah.
4. Bau badan
Ini dapat disebabkan oleh jarang mandi atau tidak menggunakan deodoran. Ini juga berhubungan dengan poin ketiga.
5. Alis bermasalah
Alis pria dapat dikatakan bermasalah jika terlalu lebat atau terlalu rapi karena sengaja dicabut. Para wanita tidak mau berhubungan dengan manusia goa, tapi juga tidak mau para pria memiliki bentuk alis yang lebih rapi dari alis wanita.
6. Terlalu banyak menggunakan cologne
Jika apa yang disentuh sang pria menjadi harum, termasuk tempat penyimpanan obat, itu perlu ditangani dengan sesegera mungkin.
7. Mencukur habis bulu
Siapa yang mau berhubungan dengan pria yang terlihat seperti bayi yang baru lahir?
8. Tumit kering dan pecah-pecah
Apa susahnya sih bagi para pria untuk mengoleskan sedikit pelembap di area itu?
9. Rambut kaku
Kalau rambut para pria sekeras pintu mobil, mereka harus berpikir untuk membeli produk perawatan rambut. Bahkan pintu mobil zaman sekarang tidak sekeras mobil zaman Flinstones.
10. Membiarkan komedo hitam pada wajah
Semua orang memiliki jerawat, terutama saat cuaca sedang sangat panas dan membuat sering berkeringat. Namun untuk masalah bintik atau komedo hitam yang ada di wajah, akan baik sekali bagi pria untuk rutin melakukan perawatan wajah.

sumber: gosip-panas.com/10-macam-bagian-tubuh-pria-yang-paling-di-benci-oleh-wanita.html

Saturday, February 11, 2012

Akibat Jika Seluruh Kucing di Dunia Tiba-tiba Mati

Oleh Natalie Wolchover
 
Mungkin Anda bukan seorang pecinta kucing. Mungkin Anda tidak suka dengan hewan malas tersebut. Ketika Anda melihat seekor kucing bermalas-malasan di kursi, tidur sepanjang hari dan hanya sesekali menggeliat atau melirik ke jendela, Anda langsung berpikir mereka adalah hewan tidak berguna.

Tetapi sebenarnya, mereka hanya berlagak santai — seperti biasa. Para ahli mengatakan, jika seluruh kucing di dunia tiba-tiba mati justru akan timbul bencana.

Kucing, baik yang dipelihara maupun liar, terkesan hanya hidup bergantung pada makanan kita. Tetapi menurut Alan Beck, profesor kedokteran hewan di Universitas Purdue, kucing adalah predator ahli dengan keahlian berburu dan daya adaptasi yang cepat.

"Mereka jago memangsa binatang yang lebih kecil, dan dapat bertahan hidup walau mangsa mereka sudah menipis," kata Alan kepada Life's Little Mysteries, sebuah website turunan dari LiveScience, seperti yang dimuat di Yahoo! News.

Dan itulah sebabnya kita akan merasa kehilangan bila mereka semua tiba-tiba mati. Kucing berperan penting dalam membasmi hama tikus dan cecurut di ladang dan lumbung padi. Di India, kata Alan, kucing memegang faktor penting dalam keberhasilan panen.

Singkatnya, mungkin benar manusia memberi makan kucing. Tapi tanpa kucing, makanan buat manusia juga akan lebih sedikit.

Bila tiba-tiba tidak ada lagi kucing yang menghuni dunia ini, populasi hewan pengerat jelas akan meningkat. Seberapa drastis? Ini gambarannya:

Penelitian tahun 1997 di Inggris mengungkapkan, seekor kucing rumahan rata-rata membawa pulang 11 ekor hewan mati — tikus, burung, katak, dsb — dalam waktu enam bulan. Itu berarti 9 juta kucing membunuh hampir 200 juta binatang liar per tahun.

Sedangkan di Selandia Baru, sebuah penelitian tahun 1979 menemukan fakta bahwa ketika kucing di sana hampir punah, populasi tikus meningkat cepat sebesar empat kali lipat.

Ada efek samping lain. Di Selandia Baru, jika populasi tikus meningkat (karena tak ada kucing) maka populasi burung laut ikut menurun drastis. Sebabnya, tikus suka memangsa telur burung laut. Populasi pemangsa tikus (di luar kucing) juga akan meningkat.

"Semua spesies saling punya pengaruh," kata Alan.

Dan jangan lupakan sisi emosional yang akan dihadapi oleh manusia ketika seluruh kucing mati: "Di negara ini, banyak orang mencintai kucing. Memang yang memelihara anjing lebih banyak, tapi kucing lebih disukai buat dibelai-belai. Mereka mudah dirawat dan wajahnya ‘pedomorphic’ [menyerupai anak-anak].”

Sementara lebih banyak rumah yang memelihara anjing (38 persen) daripada yang memelihara kucing (34 persen), tetapi jumlah kucing peliharaan lebih banyak daripada anjing karena pemilik kucing memelihara lebih dari satu kucing. Kucing sebagai hewan peliharaan lebih disukai untuk dibelai, mudah perawatannya, dan wajahnya lebih pedomorphic (lebih seperti anak-anak)."
sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...