Follow by Email

Sunday, October 31, 2010

Sejarah2 Kaisar di Tiongkok

Di Tiongkok dahulu, pemerintahan dipimpin oleh Kaisar. Oleh rakyatnya, seorang kaisar dianggap sebagai Tianzi atau “Putra Surga”. Mereka adalah perpanjangan tangan para Dewa dan diutus oleh surga untuk memerintah bangsa dan rakyatnya. 
Maka, tidak mengherankan kalau kaisar sangat berkuasa atas Rakyat dan dianggap sakral, serta harus sepenuhnya dihormati. Jatuh bangunnya sebuah dinasti bergantung pada karakter sang Kaisar.
Sejak zaman sebelum Masehi, sampai setelah Masehi, berganti-ganti kaisar dan dinasti yang lahir. Ada yang memiliki karakter kuat dan berwibawa. Namun, ada juga kaisar yang memiliki reputasi buruk dan memalukan.
Berikut adalah beberapa Kaisar Tiongkok yang memiliki reputas buruk dan melakukan hal-hal yang kejam dan tidak pantas.

Kaisar Jie, Sang Raja Lalim 
Pada 1730 SM, Kaisar Jie mengamuk karena upeti yang diserahkan seorang adipati bernama Youshi sangat sedikit. Akibatnya, dia mengancam akan menyerang adipati tersebut dan hendak membinasakan keluarganya. Karena tidak mau ditindas, adipati mengutus putrinya, Meixi, untuk dijadikan persembahan bagi Kaisar Jie, sekaligus untuk menghasut rakyat melawan sang kaisar.  
Dalam sekejap, Kaisar Jie langsung menyukai Meixi dan menuruti apa pun permintaan Meixi, walaupun permintaannya aneh-aneh. Salah satunya, membangun istana yang megah bernama Istana Miring. Tak hanya itu, dia juga meminta sang kaisar menyiapkan 3000 wanita untuk menari. Akibatnya, Kaisar Jie mengambil banyak anak perempuan biasa dari rakyat.
Kaisar Jie juga membangun kolam yang diisi anggur dan disekelilingnya ditanami pepohonan yang digantungkan daging awetan. Perbuatan kaisar membuat kas negara lebih cepat habis. Rakyat jadi menderita. Karena tidak suka melihat kelaliman Kaisar Jie, Chen Tang dari Shang mengangkat senjata dan menjatuhkan raja tersebut.

Kaisar yang Membakar Dirinya Sendiri 
Di akhir Dinasti Shang, muncullah Kaisar Zhou. Dia sangat lalim. Dengan kekuasaannya, dia meminta upeti pada negara bagian. Dikirimlah upeti berupa gadis cantik bernama Daji.
Kaisar Zhou tertarik pada Daji. Dia memenuhi apa saja yang Daji inginkan, termasuk mendirikan sebuah alat penyiksaan yang terbuat dari api. Kekejamannya pun tiada batas. Karena takut terhadap pemberontakan Ji Chang, Kaisar Zhou menangkapnya. 
Putra sulung Ji Chang datang untuk meminta pengampunan atas ayahnya. Namun, dia dibunuh oleh Kaisar Zhou. Tubuh putra Ji Chang direbus dan disuguhkan kepada Adipati Ji Chang. 
Ji Chang tahu bahwa daging tersebut adalah daging putranya. Namun, dia berpura-pura tidak tahu dan memakannya. Merasa puas karena melihat Ji Chang memakan daging putranya sendiri, Adipati Ji Chang pun dibebaskan. Pedih akibat hal tersebut, Ji Chang menemui seorang ahli strategi bernama Ziang Zia. 
Dia pun menyusun siasat untuk menggulingkan Dinasti Shang. Akhirnya, Kaisar Zhou mati dibunuh oleh putra kedua Ji Chang. Dia dibakar di tungku siksaan buatannya sendiri.

Kaisar yang Merampok Kuburan
Kaisar Shi Le memiliki seorang adik laki-laki yang kelakuannya buruk dan amat kejam. Ketika Shi Le wafat, dia menitipkan putranya kepada sang adik untuk dijadikan kaisar. 
Si adik, Shi Hu, malah membunuh putra Shi Le agar dirinya dapat naik tahta. Setelah memerintah, dia justru menjadi seorang kaisar yang lalim. Dia bahkan membunuh putra sulungnya sendiri. Tak hanya itu, karena takut kelak akan dibunuh putranya, dia membunuh semua anaknya.
Setelah itu, Shi Hu memerintahkan untuk membangun istana yang megah untuknya. Karena kas negara tidak cukup, Shi Hu memerintahkan untuk menggali kuburan dan mengambil harta orang yang sudah mati. Setelah istana yang diinginkannya selesai dibangun, Shi Hu mengumpulkan 100 ribu wanita di istana belakang.
Karena ruangan tidak cukup, penasIihatnya meminta dia untuk mengembalikan separuh wanita ke rumahnya. Marah karena ditentang, Shi Hu membunuh penasihatnya sendiri. Kekejaman Shi Hu membuat rakyat marah. Bersama para prajurit, rakyat memberontak dan menjatuhkan Kaisar Shi Hu.

Kaisar yang Berperang Demi Kekasihnya 
Murong Ban memiliki seorang adik tiri bernama Murong Xi yang berselingkuh dengan selir Ding. Ketika Kaisar Murong Ban meninggal, tahtanya diturunkan kepada putranya. Namun karena putranya juga meninggal, tahta tersebut diturunkan pada Murong Xi atas permintaan selir Ding.
Setelah menjadi Kaisar, Murong Xi mengumpulkan para wanita di istana belakang dan terpikat pada kecantikan selir Yan. Apa pun permintaan selir Yan dikabulkan. Termasuk, membangun istana di musim panas yang mengakibatkan 20 ribu pekerja tewas. Setelah itu, Selir Yan meminta untuk melakukan perjalanan ke daerah dingin, dan mengakibatkan 5000 prajurit tewas sia-sia akibat kedinginan.
Selir Yan ingin melihat pertempuran dari dekat. Murong Xi pun merancang perperangan untuk memuaskan keinginan Selir Yan. Peperangan tersebut memakan korban sebanyak seratus ribu prajurit. Semuanya mati sia-sia. Murong Xi akhirnya tewas akibat pemberontakan para pembesar istana yang tidak menyukai cara-cara kaisar itu memimpin.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...